Berbagi dan Menyesap Kopi di Suroboyo

WhatsApp Image 2017-10-26 at 10.05.05 PM

Wah setelah sekian lama, akhirnya saya hinggap *cicak kali ah* lagi di Suroboyo. Kota yang panasnya sebelas-dua belas-tiga belas lah sama Jakarta. Ceritanya, saya dan dua orang kawan dari PKBI Pusat Mbak Heny dan Kak Dewi melakukan asistensi teknis ke PKBI Jawa Timur. Iya, mereka yang teknisnya, saya asistennya :D.

Dua hal yang membuat saya antusias : menyesap kopi dan berbagi cerita menulis. Makanya, ketika Bu Direktur PKBI Jawa Timur menawarkan asistensi tentang menulis website ke kawan-kawan Youth Center Sebaya, saya langsung mengangguk dengan senyum merekah malu-malu bunglon macam juri Indonesia Idol, “saya sih yes ya”.

Ya, saya senang sekali menulis. Saya pernah cerita tentang hobi asyik ini di blog yang saya pun sekarang lupa passwordnya :D. Meski, sekarang lebih sering terkendala “macet ide” ketika awal ingin menoreh cerita – Ahhh semoga ini bukan faktor “kepala 3” ya -, saya mencoba untuk terus konsisten menuangkan cerita dalam bentuk tulisan di blog baru yang semoga saya tidak lupa passwordnya lagi ini.

Siang hari, sehari setelah saya menjejakkan kaki di kota yang saya selalu kangen dengan rujak cingur dan lontong kupangnya (ini sih Sidoarjo punya bosqu), saya mulai menunaikan tugas suci sebagai seorang staf yang taat bekerja. Kita pun berdiskusi dari mulai pernak pernik advokasi PKBI dan jaringan di tingkat nasional dan daerah, klarifikasi nilai tentang budaya perkosaan (rape culture), sexual consent dan membangun gerakan. Tampak berat yes? Tenang, semuanya akan menjadi seru jika ditemani dengan rujak cingur. Ajib.

Nah malamnya kami diajak ngopi sambil diskusi nulis tadi itu di Angkringan Kopi Ngehits di Kota Pahlawan, Angkringan Hik 88. Angkringan ini digarap sama kawan-kawan dari komunitas Lowrider Suroboyo. Makanannya sih ya standar angkringan lah ya, sate usus, ote-ote (bakwan), nasi bungkus mini (nasi kucing), dkk. Tapi mereka juga menyajikan kopi single origin nusantara dengan serius. Rasanya enggak kalah sama coffee shop mentereng. Harga kaki lima, rasa istimewa.

Atas anjuran dari sang barista, saya memilih menyesap es kopi toraja sapan dan es kopi ….. ah saya tetiba lupa namanya. Yang jelas wanginya harum nangka. Rasanya ringan, tidak terlalu pahit dan asam. Pas banget untuk teman diskusi. Sepakat lah, kopi yang enak nan lezatos memang benar benar sahabat obrolan hangat.

Menulis : Dari Mana Mulainya?

“Bagaimana cara memulai menulis?”

“Kalau menulis di media sosial, website dan blog setiap hari takut dibilang alay.”

“Mau menulis, tapi takut membuka hal-hal yang sifatnya pribadi.”

WhatsApp Image 2017-10-26 at 10.05.13 PM

Cara memulai menulis? Ya dengan menulis. Karena kalau hanya dipikirin aja nanti malah jadi pikiran bukan tulisan, hehe. Tapi memang benar lho, saya selalu mencoba untuk menuliskan apa yang ada di pikiran. Lho nanti jadi panjang dong tulisannya? Iya, nanti bisa kita sunting tho. Yang penting idenya jangan sampai hilang dulu. Masalah estetika dan tata bahasa bisa belakangan aja.

Saya biasa menggunakan rumus klasik dalam penulisan berita langsung 5W + 1H (What, When, Where, Why, Who + How) untuk membantu mengingat kembali kejadian yang akan dituliskan. Enggak harus berita juga sih, rumus ini juga suka saya gunakan untuk mengeksplorasi penulisan non fiksi.

Pada awal ketika ingin menulis, saya tidak terpikir bahwa konten tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang banyak atau tidak. Ini malah yang terkadang membuat kita macet untuk maju menuliskan gagasan. Dalam hidup, kita pun tidak bisa menyenangkan semua orang, kan. Begitupun menulis. Saya (mencoba) untuk membiasakan diri menuliskan apa yang menarik menurut saya, bukan membuat orang lain senang dengan tulisan saya.

IMG_20171027_002432(1)
Tulisan kilat nan dahsyat karya Mbak Heny, dibuat pada saat diskusi.

Konsisten menulis di web, medsos, blog itu alay gak ya? ENGGAK! Itu keren! Artinya, kita bisa konsisten “mengamankan” gagasan kita menjadi sejarah di kemudian hari. Bonusnya, karena gagasannya, sang penulis juga akan terus abadi dalam sejarah. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca (1988), “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Mau cerita lewat tulisan dan dibagi ke medsos sih tapi takut hal-hal pribadi kita ketahuan orang banyak? Nah, ini menarik. Beberapa kali, kawan-kawan dalam diskusi menanyakan hal ini.

Oke, mari kita anggap media sosial itu sebagai teman curhat kita. Sepercaya-percayanya kita dengan teman kita, pasti ada batasan dong buat cerita. Pasti kita memilih dan memetakan, ah kawan A enaknya curhat tentang kerjaan nih. Kawan B mah ember, enakan buat cerita yang lucu-lucu aja. Nah kawan C, enak buat curhat dan bisa nyimpen rahasia. Nah perspektif ini juga kita gunakan untuk menulis apapun di medsos, web dan blog. Kitalah yang paling tahu tentang konten yang akan kita bagikan. Untuk siapa saja. Seberapa penting. Seberapa sensitif. Nah dalam proses penyuntinganlah yang akan menentukan, mana konten yang menurut kita tepat untuk diketahui oleh orang banyak. Instagram, facebook, twitter setahu saya juga punya fitur untuk membatasi siapa saja orang-orang yang akan kita bagikan, kan ya.

Lalu, tunggu apa lagi. Yuk ah menulis! Kopi manaaaa kopiiiii?

3 Comments Add yours

  1. Terimakasih bro Ryan yang telah menginsertkan tulisan ala ala hasil kuliah singkatmu diantara huruh, kata dan kalimat dahsyatmu. lain kali mau deh jadi asistenmu lagi. hehe

    Suka

    1. syakurian berkata:

      Hahahahahaaaa… Bu Kapolda memang selalu merendaaaahhh yooo. Maturnuwun udah diajak seru-seruan di Njatim Bu Kapol.

      Suka

  2. Zahra berkata:

    Ak kok tercengang ya… 😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s