Menaruh Dompet di Saku Belakang, Sepele Tapi Bahaya!

wallet disease

Menaruh dompet di saku belakang celana yang kita bilang sepele, ternyata mengancam kesehatan kita lho!

Bagi saya yang pelupa ini, menaruh dompet di saku belakang celana adalah hal simpel yang (terlanjur) menjadi kebiasaan. Keberadaannya yang menonjol di saku belakang, membantu mengingatkan kalau saya sudah bawa dompet. Awalnya memang agak mengganjal dan risih, sih ya. Tapi karena sudah terbiasa, saya merasa tidak ada hal yang aneh dengan membawa dompet beserta isinya di saku belakang.

Nah, kira-kira sejak dua tahun lalu saya merasa sakit di sekitar bokong, pinggang hingga ke punggung. Sering berasa pegal, nyeri. Kemudian, saya mulai berasa sakit di tumit bagian belakang. Awalnya saya pikir, nyeri di bokong karena terlalu banyak duduk. Nyeri di tumit belakang karena terlalu sering berjalan kaki jauh. Itu sih prediksi sok tahu saya saja ya. Hmmm.

Pada akhirnya saya diberi tahu oleh pengemudi Gojek yang juga seorang terapis, kalau ternyata menaruh dompet di saku belakang bisa membahayakan saraf. Masa iya? Akhirnya saya diajak istri ke fisioterapis handal di kantornya. Benar saja, ternyata kebiasan tersebut bisa menyebabkan rusaknya saraf-saraf kunci. Kondisi seperti ini dikenal dengan nama hip-pocket syndrome atau wallet-neuropathy. Namanya sih keren ya, tapi sakitnya bukan main.

Seperti dikutip dari wolipop.detik.com, ahli fisioterapi menuturkan adanya lonjakan jumlah laki-laki yang mengeluhkan sakit punggung bagian bawah, dan diduga posisi dompet menjadi penyebab utama kondisi ini.

Logikanya begini. Ketika kita ngantongin dompet di saku belakang, besar kemungkinan menimbulkan ketidakseimbangan. Hal ini secara tidak sadar melibatkan otot, tulang dan sistem saraf. Nah ketidakseimbangan inilah yang membuat kita duduk cenderung miring, untuk tetap menjaga keseimbangan yang pusatnya di panggul. Jelas ini berpengaruh pada tulang belakang, bahu menjadi merosot.

Kemiringan tulang belakang juga akan membuat otot-otot di sekitarnya – otot perut, pinggang – ikutan miring. Bahayanya jika itu terjadi dalam jangka panjang dan terus menerus, otot-otot akan menjadi lemah karena satu sisi memendek dan sisi lain memanjang.

Ternyata, semakin tebal dompet yang dikantongi juga semakin memberikan tekanan pada saraf sepanjang sumsum tulang belakang, yang memanjang hingga ke kaki. Pada kondisi tertentu, bantalan tulang belakang juga akan tergerus hingga menimbulkan desakan pada saraf. Hal ini menyebabkan sakit pinggang atau low back pain. Rasa sakit yang ditimbulkan itu biasanya menjalar dari punggung hingga kaki.

Gimana cara menghindarinya?

Pertama, bersihin dompet dari kertas-kertas yang enggak jelas juntrungannya. Dompet itu kudu tipis sob, yang penting-penting aja deh yang dikantongin. Uang logam juga enggak perlu dikantongin deh kayaknya. Cukup uang secukupnya, kartu ATM, SIM, KTP, foto pasangan. Hmmm.. apa? mantan? kayaknya foto mantan enggak perlu dibawa-bawa deh sob. Bikin berat.

Kedua, jangan pernah (lagi) menaruh dompet di saku celana belakang. Tentunya dengan alasan apapun ya. Lebih baik menaruhnya di saku depan, atau kalo risih ya masukin ke tas aja yaa, lebih aman kan.

Yuk ah kita lebih sehat dengan memperhatikan hal-hal yang mungkin kita anggap sepele.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s