Merah; Heptologi Puisi Bianglala (1)

merah

Demokrasi patah arang

Sedikit lagi masuk jurang

Oleh mereka-mereka yang meninggikan berang

Apa-apa main larang larang

 

Berhentilah halalkan perang

Hanya akan redupkan terang

Jangankan mengharap surga yang terus kau dengungkan

Damai saja kian jauh dari genggaman

 

Ketika hari kian larut dikunyah senja

Merah membasah serupa genangan

Mengapa kau makin tak mengenal beda, entah!

Padahal kita dilahirkan tiada sama

 

Hari ini bhinneka jadi bahan rebutan kuasa

Dikemas sedemikian rupa

Hingga pada waktunya

Siapa giliran mereguk kuasa

 

Merah bukanlah bukan bendera politik

Apalagi kendaraan bergambar binatang bertanduk atau apalah apalah

Merah berarti berani menentang tindasan atas kebebasan berbeda

yang telah dijamin oleh Negara, kini sedang pura pura lupa

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s