Jingga; Heptologi Puisi Bianglala (2)

jingga

Saat selasar langit merona jingga

Pertanda hari sudah masuki waktu rentanya

Datanglah senja mengayuh peradaban

Titip harapan pada esok yang penuh misteri

 

Seperti yang tampak di hadapan tuan tuan berkalung kuasa

Tanah pertiwi yang kita tinggali tak kunjung membaik

Penghuninya senang bermain simbol simbol Tuhan bentukannya sendiri

Kebenaran milik para pemegang kunci paling

 

Jingga tak kuasa menahan amarahnya

Meski kutahu ia tak mungkin bisa marah

Yang maha kuasa titipkan segudang kesabaran dalam nadinya

Ia larutkan geramnya

 

Manusia manusia ini tetaplah manusia

Tak pernah menjenguk, meresapi

Jejak jejak menjejaki tanahnya

Tempat ia kelak kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s