persekusialan!

sekumpulan massa terlupa membawa otaknya di suatu pagi hari bebas kendaraan berasap hanya sekian meter dari sapaan tugu selamat datang. sibuk teriak ganti ganti tanpa peduli apa yang ada di hati manusia manusia lainnya. hei, berhati hatilah kau yang mengatasnamakan pemuda apalah apalah apalah hanya punya caci tanpa peduli. paham pahamilah persekusi kepada manusia manusia lainnya timbulkan sesak ibu pertiwi.

tahu tahukah kau bahwasanya suatu gerak politik akan menemui tembok tembok padat jika kau tak pakai kau punya akal. hanya otot yang kau punya menghardik ibu tempat di mana kita kita dilahirkan. apa kau pernah pahami suara suara tangis anak yang ibunya habis kau dzalimi? kau teriak teriaki massa massa bayaran sedang kau kau kalian kalian berlagak lagak seolah olah bungkam atas seberapa rupiah dollar rupiah banyaknya pundi pundi yang mengalir ke kau punya bokong. tong kosong kau pukul nyaring saat puluhan pemuda pemuda sebar sebar ranjau fintah ke manusia manusia lainnya tetapi kau sendiri mungkin mungkin sekali menyesap resap semua semua itu dalam tubuh tak berjiwa.

jika sesungguhnya politik itu khianat mengapa terus kau bermain dalam kubangan kendaraan kendaraan politik yang membawamu ke jalan buntu. persekusialan yang kau tanamkan ke tanah pertiwi ini akan melahirkan generasi generasi gemar memaki dan menodai. aku memang tak percaya surga dan neraka tapi itu kan permainan busa busa kau punya mulut yang sesungguhnya bau kotoran kotoran sapi. sudah habis kau telanjangi lagi keterasingan demokrasi kita dengan terus berdemo berdemo nirmakna di hari yang katanya bebas benda benda penghasil asap. tapi kau punya mulut terus berbusa berasap memanas manasi. jangan lupa sampah hasil aksi ganti ganti itu hendaknya kau sesapkan sendiri dalam lautan perutmu. agar bumi tak lantas karam akibat ulah ulahmu.

ganti ganti apa itu yang terus kau dengung dengungkan memecah gendang telinga. cuping hidungku terus kembang kempis memadu gejolak di hati. panas. gerah. mengapa masih banyak puluhan manusia manusia gegalau di langit kota ibu ibu kota. mungkin sedikit banyaknya kurang bercinta akibat terlampau sering berbayar bayar demi semangkuk keyakinan mendapatkan potongan belanja di syurga. ah syudahlah syurga syurgamu itu apa iya tempatnya manusia manusia yang memaki maki sembari senang senang di balik luka luka manusia manusia lainnya.

tepatnya apa yang sudah menyesak lewat indera inderaku hari ini kujejakkan balik tepat di sudut jiwamu. agar menancap mesra alangkah damainya di sana. persekusi ulah ulahmu hari ini agar mencatatkan dirinya di syurga syurgamu kelak. jika ada. jika tidak ada proteslah kepada tuhan tuhanmu yang kau tafsirkan sendiri itu.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s