satu mei

janineharrison photo
Sumber foto: https://janineharrisonphotography.files.wordpress.com

hari ini matikan mesin mesin kerjamu kuat menguat bersatu dalam barisan barisan perlawanan. merah merahkan jalan jalan muntahkan segala gala tuntutan yang hanya manis dijanjikan para pengabdi kapital dan kuasa. satu mei selalu berulang ulang mendengung seraya menyelundupkan pelantang suara memekik pekik di gendang telinga para pemilik modal dan pembuat kebijakan kebijakan tak bijak. gerus menggerus menderu laju nadi waktu. kawan musnahkan takutmu kita melantang garang cekik nafsu nafsu kapitalis turun gelanggang.

hei hei cukong dan penguasa mari berbicara dari jiwa ke jiwa ke mana lantas kau bawa pergi keadilan dari muka bumi. segala perundangan kau buat hanya terlihat cakap rupa sedangkan para buruh tak kuasa menahan sasaran gelombang kehidupan. sedang kau berdua kian mesra berselingkuh tiada rupa memainkan main roda roda industri. kau tahu permainanmu menghancurkan harap setiap jengkal kerja kerja kami.

nyawa nyawa jadi taruhan atas kerja hampa mempertuanmu. hingga peluh peluh berganti pundi pundi siap potong atas nama jebakan kesalahan kesalahan. mengubur kubur hak-hak yang seharusnya kau penuhi. semua masalah masalah kian jadi hantu yang menggentayangi setiap berganti hari. katamu, mesin mesin harus selalu berjalan apapun alasannya. produksi produksi produksi. konsumsi konsumsi konsumsi. manusia manusia seakan tiada harganya dipertukarkan dengan angka angka rekaanmu.

ketika kami kami belajar bagaimana berkumpul berserikat kau anggap itu ancaman. ketika kami membaca menyerap marxisme kau anggap itu sesat. maka lantas kau teriakkan kami maling di negeri kami sendiri. buruh. memburu peluh. sampai peluh kami membanjiri seluruh negeri pun kami tak mampu membayar harga sepatumu saja. tapi perlu kau ingat setiap jengkal bahan bahan di sepatumu menempel peluh peluh buruh yang setiap detiknya terus kau hisap. yang nasibnya terus kau ombang ambingkan dalam gejolak pasar tangan tangan tersembunyi. kiranya itu nyata.

satu mei bukanlah hanya angka angka pengingat. ialah medium pengokang senjata nalar bernama nurani dan harga diri.

jangan pernah berhenti mengepalkan perlawanan!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s