TVRI dan Asian Games, Direkatkan oleh Sejarah

tvri bw
Sumber foto: http://mondayreview.com, edited b/w by rasyakur

TVRI dan Asian Games, dua-duanya tak bisa lepas dari catatan sejarah Negeri ini. Pada 24 Agustus 1962 lalu TVRI pertama kali mengudara, siarkan Pembukaan Asian Games IV yang pertama kalinya dihelat di Indonesia. Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games untuk kedua kalinya setelah 56 tahun lalu, tepat pada ulang tahun TVRI ke 56. Angka 56 ini sarat makna sejarah.

Terlepas dari pasang surutnya, Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjejakkan kakinya sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia. Pada siaran percobaan, TVRI menayangkan Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-17, tanggal 17 Agustus 1962. Siaran percobaan ini menggunakan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt.

Tujuh hari berselang, TVRI mengudara untuk pertama kalinya. Kala itu TVRI menyiarkan siaran langung Pembukaan Asian Games IV dari Stadion Utama Senayan. Bagi Indonesia, ini merupakan dua peristiwa bersejarah yang akan selalu lekat dalam ingatan. Pertama, Indonesia pertama kalinya menjadi tuan rumah perhelatan pentas olahraga terbesar se-Asia. Kedua, televisi pertama di Indonesia dilahirkan dengan menyiarkan pembukaan Asian Games ke IV dari 24 Agustus hingga 4 September. Meski saat itu, siaran dilakukan terbatas hanya untuk Jakarta dan sekitarnya.

Jadi bisa dikatakan, hubungan sejarah keduanya sangat erat. TVRI mengudara pertama kali untuk menyiarkan Asian Games yang pertama kalinya diadakan di Indonesia. Kemudian, momen siaran perdana Asian Games 1962 ini diabadikan sebagai hari lahirnya TVRI. Dengan keterbatasannya, TVRI mengupayakan siaran langsung pada pukul 15.17 WIB. Siaran ditutup pada pukul 16.40 WIB, dilanjutkan mengudara pada pukul 20.45 WIB.

Ternyata, upaya untuk memasukkan pendirian media massa khususnya televisi sudah masuk dalam perencanaan penyelenggaraan Asian Games IV setahun sebelumnya. Keberadaan televisi dianggap penting dalam menyiarkan pertandingan Asian Games 1962 sampai ke penjuru tanah air.

Pada akhirnya, terbitlah Surat Keputusan (SK) Menteri Penerangan No 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T). SK itu lalu semakin dikuatkan dengan arahan Presiden Soekarno untuk segera mempersiapkan proyek televisi pertama Indonesia dengan membangun studio di Senayan, membangun dua pemancar 100 watt dan 10 kw dengan tower 80 meter, dan pula menyiapkan program di dalamnya.

Kemudian Presiden Soekarno mengeluarkan Keppres No. 318/1962 tentang pengintegrasian TVRI ke dalam Yayasan Gelora Bung Karno. Ini lembar sejarah langkah awal TVRI sebagai televisi nasional resmi yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Peran Raden Maladi

Berdirinya TVRI tidak bisa dilepaskan dari nama sosok besar Raden Maladi. Selain dikenal sebagai kiper pertama Timnas Sepakbola Indonesia, penggagas Lokananta studio legendaris di Indonesia, Ketua Umum PSSI (1950-1959), Maladi juga pernah menjabat menjadi Menteri Penerangan (1959-1962) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (1964-1966).

Saat menjadi Menteri Penerangan inilah Maladi mengingatkan Presiden Soekarno tentang pentingnya kehadiran televisi untuk menyiarkan Asian Games 1962. Melalui televisi, masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air bisa melihat bagaimana para atlet berjuang di lapangan.

Hal ini sudah diusulkan oleh Maladi pada tahun 1952, untuk persiapan Pemilu 1955. Namun kala itu banyak ditolak oleh lawan-lawan politik Soekarno, karena dinilai terlalu mahal. Soekarno pun tidak melihat lagi ada kendala dana, setelah melihat ada dana rampasan perang dari Jepang. Di kemudian hari Soekarno pun menyetujui usulan Maladi.

Pada 23 Oktober 1961, Soekarno mengirim telegram untuk Maladi. Saat itu dia sedang berada di Wina. Melalui telegram itu, ia memerintahkan Maladi sebagai Menteri Penerangan untuk mendirikan Stasiun Televisi di Indonesia, dengan proses pembangunan diserahkan kepada Nippon Electric Company (NEC).

Pemerintah lalu menyiapkan berbagai perangkat pendukungnya. Kementerian Penerangan membeli 10 ribu pesawat televisi untuk dibagikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Saat itu Thayeb Moh Gobel yang telah dikenal sebagai pengusaha radio melalui PT Transistor Radio Manufacturing pada tahun 1954 dipercaya untuk memproduksi televisi. Gobel pun menggaet mitranya dari Jepang Matsushita Electric Industrial Co. Ltd. Menjelang pembukaan Asian Games 1962, Gobel dan Matsushita memberikan televisi hitam putih produk pertama mereka tersebut kepada Ibu Negara Fatmawati.

TVRI dan Asian Games 2018

Pada perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang ini, sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI kembali memberikan komitmen yang tinggi untuk ikut serta  menyiarkan berbagai pertandingan pentas olahraga yang berkelidan sejarah dengan TVRI itu melalui berbagai programnya.

Direktur Program dan Peberitaan TVRI Apni Jaya Putra di Jakarta, Selasa (14/8/2018) seperti dikutip dari Jakcity.net, mengatakan bahwa TVRI sebagai Konsorsium Emtek Broadcast Partner memiliki hak siar resmi Asian Games 2018. TVRI menyiarkan program olahraga Asian Games melalui program-program seperti highlight yang ditayangkan dari pukul 07.30 hingga 08.00 WIB. Lalu, Dari Gelanggang ke Gelanggang yang juga disiarkan tiga kali dalam sehari; pagi, siang dan malam. Kemudian, Jurnal Asian Games pada pukul 21.30 sampai 22.30 WIB. Masih ada Asian Games 90 detik dan Golden Moment.

Selain itu, TVRI juga menghadirkan program Kuis Khusus Asian Games, yakni Kuis Interatif dan Kuis Juara Asia. Menurut saya, Kuis sudah seharusnya menjadi acara unggulan TVRI saat ini. Mengingat bahwa Direktur Utama TVRI periode 2017-2022 adalah seorang Maestro Acara Kuis di Indonesia.

Seluruh tayangan Asian Games 2018 ini akan disiarkan TVRI melalui kanal analog TVRI Nasional dan kanal digital TVRI 4 atau TVRI Sport HD. Saya melihat tantangan TVRI di era kekinian yakni bagaimana berbagai tayangannya dapat ditonton oleh berbagai kalangan. Artinya, sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI dituntut harus menyiarkan tayangan yang mendidik sekaligus menghibur bagi publik. Jelas saya yakin ini bukan pekerjaan mudah. Namun, Asian Games 2018 dapat menjadi momen nostalgia yang membangkitkan semangat untuk keluar dari berbagai permasalahan yang membelitnya. Saya masih yakin di kemudian hari TVRI akan menjadi oase informasi publik yang mencerahkan nan menghibur.

Terlepas dari segala kritik saya terhadap TVRI, saya bangga pernah berkarya dan menjadi bagian dari Televisi Pertama di Indonesia ini. Melalui Majalah Internal TVRI – Monitor – saya diijinkan untuk menelurkan tulisan-tulisan berisi kritik untuk kemajuan TVRI. Jujur, saya kangen saat saat menulis di Monitor. Juga, berkreasi bersama kawan-kawan di Litbang TVRI.  Bagi saya, TVRI telah menjadi ruang untuk belajar dan mengembangkan diri terutama terkait penyiaran.

Selamat Ulang Tahun TVRI! Semoga semangat meliput perjuangan atlet-atlet Indonesia berlaga di Asian Games 2018 membangkitkan jiwa Insan Insan TVRI untuk menjadikan TVRI menjadi lebih baik ke depan. Bagaimanapun, namamu tak akan pernah hilang dari sejarah penyiaran negeri ini. Bangkit Bangkitlah Televisi Pemersatu Bangsa!

Sumber:

https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/5af03ea95e13733e90488552/berkat-asian-games-1962-ada-senayan-tvri-hi-dan-patung-selamat-datang

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4018123/menteri-ppn-saat-tuan-rumah-asian-games-1962-ri-negara-miskin

https://www.timesindonesia.co.id/read/180875/20180822/170250/maladi-dirikan-tvri-untuk-siarkan-asian-games-1962/

https://jakcity.net/news/mendukung-suksesnya-asian-games-2018-tvri-siaran-150-jam/

https://sport.detik.com/sport-lain/4172277/maladi-tokoh-di-balik-siaran-televisi-asian-games-1962

https://nasional.kompas.com/read/2018/08/24/17005411/hari-ini-dalam-sejarah-pertama-mengudara-tvri-siarkan-pembukaan-asian-games

https://id.wikipedia.org/wiki/Maladi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s