Cita Cinta (1)

1

hai langit abu abu. aku adalah patah di antara seribu decak di udara. mengirimkan rindu beserta getarannya padamu. fatamorgana hening di riuhnya pagi dingin. tak biasanya alam merambat meniupkan tetes kesejukan fana. kau merupa saksi mata sederetan harap. kujunjung saat ku merapuh.

hai jingga merona hingga renta. selamat datang di mimpiku yang tak selamanya indah. kutitipkan benam bersamamu. mengerlip cahaya bintang dan senyum simpulnya menggenang di kepulan awan. hendak membaur denganmu, langit. ah pergantian ini riang rupawan. menunggumu sembari hitung mundur sehirupan nafas.

aku tak tahu dari mana datangnya semilir angin pembawa hujan. rintik ia tanpa malu-malu. sekelebat ia bertanya kepadaku, apakah masih ada senyum itu. ya, senyuman yang membawa kita kelak di bawah payung yang sama. memeluk percik air melompati tanah. mengena pipimu melonjak ke hatiku. hari ini kita menelannya dalam satu kecupan senada: renjana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s