Sajak Sembilan Huruf

malam memudar
aku titipkan
pada angin terakhir
sembilan huruf:
p
e
n
a
n
t
i
a
n

mungkin pun
aku sudah lupa
bagaimana merayakannya
dan teguk rasa
di dalamnya

semilir hadir
meletak patah
yang ke berapa sekian

selepas rembulan berjaga
aku akan ada lagi
masih di sudut tunggu yang tak beda
: tentang tenggat, sang waktu berselancar
di atas garisnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s