Ngobrol Kopi Indonesia bareng Poulo Coffee

Bolak balik ke AEON Mall Jakarta Garden City baru Desember tahun lalu melipir ke Poulo Coffee. Tepat di hari Natal.

Beruntung banget saya dan Sisy bisa #bersilatukopi langsung dengan Bang Poul, pemilik Poulo Coffee. Kami menyebutnya Sang Seniman Kopi.

Saya langsung mencoba V60 Gayo Crystal, yang langsung diseduh Bang Poul tepat di depan muka.

“Saya mau lihat ekspresinya,” kata Bang Poul, menyajikan ke saya dengan cangkir espresso dan gelas saji.

“Minum di sini kan? Biar bisa santai menikmati,” ujarnya.

Bang Poul mendekatkan cawan V60 dengan seduhan kopi ke hidung saya. Wanginya bukan main.

Saya pun menyesap perlahan. Ah enak banget!

Bang Poul bukan hanya sekadar menyeduh kopi. Dia berupaya menghadirkan rasa kopi dengan maksimal, kemudian menyampaikannya dengan jujur.

“Kopi, jika dimulai dengan jujur, hasilnya pun jujur,” tuturnya.

Bang Poul membawa saya berdiskusi tentang kopi lebih jauh lagi. Dari mulai filosofis, prosesnya: penanaman, roasting, brewing, hingga sejarah rintisan usaha kopinya.

“Melanjutkan usaha nenek dulu di Bandung. Pernah dengar Kopi Aroma? Sejak 1997 saya terlibat menekuni kopi,” katanya.

Saya dan Sisy disajikan biji kopi hasil roastingannya dengan kualitas ekspor. Langsung kita cemil di sana. Bah, baru kala itu cemal cemil biji kopi bisa seenak ini.

Di Poulo Coffee Bang Poul tidak sendirian. Ia bersama istri dan kedua pegawainya.

Dari Bang Poul saya belajar bahwa kopi bukan soal menterengnya alat-alat tempurnya, tapi esensinya: rasa.

Juga, bagaimana menghargai biji kopi, memaknai prosesnya, dan menyajikannya dengan riang gembira.

Sejam lebih kami berdiskusi, tak terasa Mall pun sudah hampir tutup. Kami pun pamitan, untuk segera bertemu kembali.

Setelah pertemuan perdana ini, saya dan Sisy beberapa kali menyempatkan ke AEON, nyeruput kopi racikan Bang Poul.

Sayangnya, Januari kemarin adalah bulan terakhir Poulo Coffee berada di AEON Mall. Maret ini, mereka akan pindah kedai ke daerah Jakarta Pusat.

Di lokasi yang baru ini, Bang Poul mengubah brand Poulo Coffee menjadi Kopi Ngebul.

“Kalau dengar ‘Poulo’, orang-orang suka menyangka yang punyanya dari Brazil. Makanya saya ubah menjadi Kopi Ngebul, biar khas Indonesianya muncul,” tutur Bang Poul.

“Saya hanya menjual kopi dari Indonesia. Karena Indonesia itu sangat kaya, produsen biji kopi berkualitas. Enggak akan habis kita mengeksplorasinya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s