Kulik Makna Kolak

on

Kolak selalu menjadi pemain utama dalam skuat menu buka puasa tiap tahunnya. Namun tidak banyak yang tahu makna di baliknya. Yuk kita kulik!

Siapa sih yang enggak mengenal kolak? Sajian kuliner manis yang biasanya diperkuat oleh personil pisang kepok, ubi, kolang kaling, gula merah dan santan menggoda selera ini selalu dikait-kaitkan dengan bulan puasa. Benar saja, dalam 30 hari puasa, pasti ada dong paling enggak satu hari kita mengunyam kolak.

Selain daya tariknya kolak ternyata menyimpan makna mendalam. Kata kolak erat dikaitkan dengan bahasa arab. Arkeolog dan dosen sejarah Universitas Negeri Malang (UNM) Dwi Cahyono, mengutip pendapat Kyai Hasbullah dari Pondok Pinang, Jakarta, yang mengatakan bahwa kata kolak berasal dari bahasa arab; kul laka. Yang artinya makanlah, untukmu. Pendapat lainnya, kolak berasal dari kata khala atau kholaqo. Kata ini bisa diturunkan menjadi kholiq atau khaliq yang berarti pencipta alam semesta. Merujuk kepada Allah SWT.

Selain itu, juga bisa berarti Tuhan yang disembah, Pengatur dan Pemelihara, dan Tuhan yang Maha Perkasa. Sebutan ini menjadi media untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kolak juga dipadankan dengan istilah dalam bahasa Jawa Kuno. Kata kula berarti kawanan, paukan, kumpulan, suku, keturunan, keluarga. Jadi, kolak adalah panganan yang terdiri dari sekumpulan bahan makanan seperti ubi dan pisang, serta unsur lain yang dicampur di dalamnya.

Jawa Kuno. Kata kula dalam bahasa Jawa Kuno berarti kawanan, pasukan, kumpulan, orang banyak, jumlah, suku, keluarga, rumpun, kasta, rombongan, keluarga bangsawan atau unggul, keluarga, keturunan, asal-usul. Jadi, kula sebagai kumpulan berarti kolak adalah penganan yang terdiri dari sekumpulan bahan makanan, seperti ubi dan pisang, yang dicampur di dalamnya.

Unsur-unsur dalam kolak, yang saya sebut sebagai personil, juga memiliki makna. Pisang kepok yang umumnya digunakan merujuk pada istilah jawa kapok yang berarti jera. Artinya, kolak mengingatkan kita untuk merenungi segala kesalahan kita dan tidak mengulanginya lagi. Minta ampunan kepada Sang Pencipta, untuk kemudian membalasnya dengan berbuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat sekitar.

Personil berikutnya yaitu ubi. Dalam bahasa jawa disebut telo pendem. Yang berarti bahwa manusia harus mengubur kesalahannya dalam-dalam. Ada pula yang mengatakan bahwa kolak adalah media pengingat manusia bahwa suatu hari nanti ia akan mati, dan kemudian dikubur (dipendem).

Personil yang tidak kalah pentingnya adalah santan. Apalah arti kolak tanpa santan. Dalam bahasa Jawa disebut santen. Kependekan dari pangapunten. Istilah yang biasa digunakan orang Jawa sebagai bentuk permohonan maaf. Artinya, kolak menjadi pengingat kita untuk selalu meminta maaf jika berbuat kesalahan.

Referensi : https://historia.id/kultur/articles/dari-kilang-jadi-kolak-vqjl1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s