Sejatinya Kurban, Rajut Simpul Kemanusiaan

Di era digital, hari Idul Adha dibanjiri dengan foto-foto horor penyembelihan hewan kurban di ruang publik dan makan daging kurban yang membanjiri berbagai platform media sosial. Terutama saat nyate-nyate.

Lalu, TV juga enggak bosannya menyiarkan hewan kurban yang diserahkan RI1 dan RI2. Tentu saja hewan kurban dengan kualitas nomor wahid. Sapi gemuk besar, berpunuk menjulang selalu menghiasi layar kaca di tiap tahunnya.

Sah sah saja sih. Tapi yang perlu diingat, ini bukan hari makan daging sedunia. Yang berujung pada kolesterol berjamaah. Juga, bukan ajang pameran seberapa besar hewan kurban yang mampu kita sumbangkan.

Sejarah mencatat, Kurban adalah ibadah tertua di dunia. Berawal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail, Putra yang ia sangat sayangi. Nabi Ibrahim mengikhlaskan, karena kepatuhannya kepada Allah.

Saat ingin menyembelih Ismail, Allah kemudian menggantinya dengan hewan kurban. Yang dagingnya dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya, kala itu. Peristiwa yang bersejarah ini kemudian dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia.

Saya membaca yang pernah diungkapkan Quraish Shihab saat wawancara dengan Republika pada 2008. Menurutnya ada dua hikmah yang bisa diambil dari peristiwa kurban.

Pertama, ajaran untuk tidak pernah menganggap sesuatu itu sangat berharga untuk dipertahankan mati matian.

Kedua, jangan pernah melecehlan manusia, mengambil hak hak manusia lainnya. Karena manusia adalah makhluk agung yang dikasihi Allah.

Maka kurban adalah medium interaksi kita dengan Allah, Tuhan sang pencipta dan juga medium berbagi dengan Manusia lainnya.

Peristiwa kurban memantik diri untuk kembali memaknai filosofi yang terkandung di dalamnya. Mematuhi perintah Allah untuk mengikhlaskan kepemilikan kita dan juga memanusiakan manusia.

Bagi saya, segala laku simbolik yang kita lakukan di hari kemarin itu meneguhkan bahwa kita, dicipta Allah untuk berbuat baik dengan sesama manusia. Semua manusia adalah saudara.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s