Peran Media Merawat Informasi Valid Corona

Virus Corona membuat Dunia kalang kabut. Peran media dalam menjaga dan merawat informasi valid corona selama masa pandemi ini sangat diperlukan.

Liputan mengenai Corona tipe baru, atau dikenal dengan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) menimbulkan keresahan warga Dunia tiga bulan belakangan. Tingginya peliputan CoVID-19 ini karena penularannya yang cepat serta menimbulkan banyak jatuh korban. Sampai 21 Februari 2020, kasus COVID-19 terdapat di 29 Negara, namun dalam waktu seminggu saja penyakit ini telang menjangkiti 61 Negara, termasuk Indonesia.

Dilansir dari laman CSSE Johns Hopkins University, seperti dikutip Tirto.id, hingga 30 Maret 2020, pukul 17.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 di dunia telah mencapai 724.945, dengan angka kematian 34.041 jiwa dan jumlah pasien sembuh 152.314 orang. Sedangkan di Indonesia, data yang dilansir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 30 Maret 2020 pukul 15.45, menunjukkan total jumlah kasus positif menjapai 1.441 pasien; menjalani perawatan 1.217 pasien, 75 pasien dinyatakan sembuh, kasus kematian 122 orang.

Dalam situasi pandemik seperti ini masyarakat berada dalam situasi mencekam. Melihat informasi pertambahan kasus tiap harinya memang membuat kepanikan luar biasa. Apalagi tersiarnya berita bukan hanya warga saja yang terkena, namun para pejabat pemerintahan pun terinfeksi, Belum lagi berkembangnya informasi simpang siur terkait lockdown, himbauan untuk beraktivitas di rumah saja, sampai informasi menyesatkan terkait ludesnya stok sembako atau kebutuhan barang pokok sehari-hari masyarakat. Sehingga, tepat rasanya jika selain pandemi Corona, ada pula pandemi lain yakni viralnya informasi hoaks terkait Corona.

Olivia Herlinda dalam tulisannya di remotivi.or.id “Menimbang Peran Media dalam Menghadapi Epidemi, mengatakan bahwa rumor yang beredar di masyarakat ini kurang lebih merefleksikan bagaimana pemerintah masih lemah dalam mengantisipasi kekhawatiran publik terkait COVID-19. Komunikasi publik pemerintah terkait sosialisasi penanggulangan COVID-19 yang mencakup informasi terkini pemantauan, upaya pencegahan ke masyarakat dalam perspektif krisis bisa dikatakan belum efektif. Pemerintah pada awalnya bahkan tidak membuka keran informasi yang valid, sehingga rumor pun berkembang pesat. Padahal, keterbukaan informasi merupakan kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam menanggulangi permasalahan ini, termasuk bagaimana mengelola informasinya.

Justru di sinilah titik sentral yang seharusnya diisi oleh media sebagai jembatan penghubung antara pemerintah, tenaga kesehatan di lapangan dan masyarakat. Salah satunya dengan menjalankan perannya dengan melaporkan berita terbaru dan informasi penting terkait penanganan maupun pencegahan yang bisa dilakukan pada level terkecil di masyarakat yakni di keluarga dan individu di dalamnya. Selain itu, media juga berperan penting dalam mendorong dan mengawasi kebijakan yang berperspektif perubahan perilaku masyarakat melalui informasi yang jernih, persuasif dan kreatif.

Artinya, media bukan hanya fokus soal jumlah orang yang positif Corona, bahkan menginformasikan dengan sangat detil latar belakang serta alamat rumahnya. Bukan pula pada informasi receh yang berujung pada click-bait. Beritakanlah hal-hal yang dibutuhkan masyarakat atau yang sedang diresahkan masyarakat misalnya tentang ketersediaan rapid test, skema pembiayaan pemerintah, atau upaya bahu membahu masyarakat dalam membantu masyarakat lainnya yang terdampak. Media tidak perlu pula menakut-nakuti masyarakat dengan menebarkan berita satu arah misalnya pernyataan Menteri Hukum dan HAM terkait pembebasan Narapidana Koruptor, yang langsung dibantah oleh Presiden.

Dalam kondisi darurat seperti ini, diperlukan peran-peran media dengan mengedepankan prinsip memanusiakan manusia. Dengan membawa semangat optimisme bahwa kita bisa keluar dari krisis ini, kalau kita berjuang bersama sama untuk melawan Corona. Mengutip lirik lagu yang dibawakan oleh Band Legendaris kebanggaan Indonesia God Bless : Rumah Kita; “Lebih baik di sini, rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah yang kuasa. Semuanya ada di sini. Rumah kita”. Ya, sekarang waktunya bagi kita untuk berjuang #DiRumahAja. Hal yang paling minim adalah dengan mengontrol jari untuk tidak menyebarkan berita hoaks tentang COVID-19 di media sosial kita. Mari bersama kita basuh pikiran kita dengan berita-berita yang penuh optimisme, cuci tangan kita dari niat buruk menyebarkan berita hoaks, dan jaga jarak aman dari berita-berita hoaks soal COVID-19. Bersama kita bisa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s