Yakin Masih Mau Mudik?

Lahir dan besar di Jakarta membuat saya sulit jika ditanya mau mudik ke mana. Istri saya, lahir di Bandung, berasal dari keluarga Sumatera Barat, besar di Jakarta. Tapi juga enggak pernah punya kebiasaan mudik. Bapak, lahir dan besar di Jakarta pula, tapi Si-Mbah lahir di Yogyakarta. Ibu, lahir di Kediri besar di Semarang-Yogyakarta-Jakarta, Eyang asli Kediri. Keluarga Ibu banyak di Yogya. Jadilah kalau mau dibilang mudik, ya kita biasanya mudik ke Yogya meskipun tidak setiap tahun.

Dari Lebaran tahun lalu, wacana mudik ke Yogya mulai mengemuka di keluarga kami. Usulan Bapak ini langsung diamini oleh kami. Meski sepertinya, Adik saya, beserta anak dan suaminya tidak ikut. Mereka mudik juga ke keluarga suami di Linggau. Jadilah kami berempat yang rencananya akan menghabiskan Lebaran beserta liburnya di Yogya. Sebelum akhirnya negara api Corona menyerang. Rencana mudik kami buyar seketika.

Hingga Kamis 23 April 2020, data statistik menunjukkan 7.775 orang positif Corona, 960 orang sembuh, 647 orang meninggal. Jakarta, tempat tinggal saya, menempati peringkat pertama kasus terbanyak se-Indonesia dengan 3.517 orang positif Corona, 326 orang sembuh, 301 orang meninggal dunia. Salah satu respon yang dilakukan pemerintah yakni karantina kesehatan berbasis wilayah, hingga saat ini 20 wilayah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam kondisi demikian, memang harusnya kita menunda rencana mudik di tahun ini. Nyatanya tidak demikian Fulgoso. Seperti dilansir Kompas.tv Jumat 17 April 2020, ada individu positif Corona yang nekat mudik ke kampungnya. Padahal ia sedang dalam status isolasi mandiri di wilayah tempat kerjanya. Karena keputusannya itu, sebanyak 500 warga di dua RT harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Ya, memang mudik sudah menjadi kebiasaan kita setiap tahunnya. Siapa sih yang enggak mau berkumpul bersama keluarga di tempat asalnya. Tapi ini kan lagi situasi genting BAMBANG. Ya mohon untuk menunda mudiknya untuk kepentingan yang lebih besar: kesehatan kita bersama.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah mengumumkan larangan sementara penggunaan transportasi umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik pada Idul Fitri 1441 H, yang efektif diberlakukan pada Jumat (24/4) pukul 00.00 WIB. Jadi jelas nih ya, kalau tetap mau maksa mudik ya bisa aja, tapi pinjem awan kintonnya Son Goku, atau pake pintu ke mana sajanya doraemon. Nah kalo kenal sama Aladdin, boleh juga pinjem permadani terbangnya. Bagaimana kaleng kerupuk?

Lebih lanjut, Juru Bicara Kemenhub sudah bilang juga kalau larangan itu tidak berlaku bagi pengangkutan logistik, obat, petugas, pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah.

Pada tahap awal, mulai 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengarahkan pelanggar kembali arah perjalanannya. Sedangkan pada tahap selanjutnya, yaitu 7 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020, selain diminta berputar balik, pelanggar juga akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku termasuk dikenai denda.

Jadi, yakin nih masih berminat mudik?

4 Comments Add yours

  1. DP berkata:

    Ada nada-nada emosi di dalam tulisan ini ya Bambaaaaangggg…
    Huahahahaha… Saya udah di level, sak karepmu, mbul mbul.. kalau udah sepengen itu ketemu ama cacing tanah.

    Suka

    1. syakurian berkata:

      Hahaha. Nada nada cinta minnn… semakin indah duniaaa… lah malah nyanyi tho. wkwk.

      Suka

  2. jurnaljarmo berkata:

    Dari awal himbauan larangan mudik, coba komunikasi ke Ibuk di Palembang sepertinya nggak mudik lebaran tahun ini. Alhamdulillah dengan melihat kondisi seperti saat ini Ibuk bisa mengerti dan mendukung keputusan saya. Komunikasi dan pemahaman jadi kunci. hehe

    Suka

    1. syakurian berkata:

      Betul banget Mas. Komunikasi dan pemahaman jadi kuncinya. Terima kasih sudah melipir ke blog saya ya. Selamat berpuasa Mas.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s