Enggak Puasa Saat Corona Melanda?

Puasa memang ibadah wajib bagi umat Islam. Manfaatnya pun banyak. Tapi kembali lagi kalau masuk pada pilihan personal, itu ya terserah masing-masing. Hmm kalau alasannya tidak berpuasa karena menjaga imunitas tubuh saat Corona melanda gimana ya?

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar, seperti dikutip dari cnnindonesia.com Jumat, (24/4), meminta umat Islam agar tidak menjadikan upaya menjaga daya tahan tubuh selama pandemi Corona sebagai alasan untuk tidak berpuasa. Kita masih bisa memanfaatkan waktu sahur dan berbuka untuk memperkuat sistem imunitas tubuh. Makan sahur dan berbuka tepat pada waktunya adalah dua cara yang bisa dilakukan agar imunitas kita terjaga.

Dari sudut pandang gizi, berpuasa adalah salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh. Karena saluran pencernaan diberikan ruang untuk istirahat dan membersihkan diri, selama ia tidak mengolah makanan. Artinya, puasa malah menjadi momen untuk menyehatkan diri, yaitu dengan makan makanan yang sehat saat sahur dan berbuka puasa. Daya tahan tubuh didapatkan dari makanan yang kita cerna.

Namun yang terjadi, kita seringkali gagal dalam mengelola pola makan dan minum malah saat bulan puasa. Perubahan waktu makan menjadi alasan klasik. Malah yang tadinya makan hanya tiga kali sehari, saat puasa bisa nambah jadi berkali-kali, plus cemilan goreng-gorengan dan minuman es-es an. Hehe. Ini seringkali yang membuat kondisi tubuh menurun saat puasa. Sehingga, momen puasa yang harusnya jadi kesempatan untuk detox tubuh malah jadi menumpuk penyakit. Yang salah sapose? Ya kita sendiri dong bosque.

Nah, berbuka puasa adalah salah satu ujiannya orang yang berpuasa. Di sanalah letak hawa nafsu lagi kongkow. Inginnya semuanya dimakan. Semua yang segar segar dan dingin diminum. Tapi kita perlu ingat anjuran Rasulullah SAW untuk mengonsumsi dua menu sederhana saat buka puasa : kurma dan air putih. Seperti dikutip dari NU Online dalam Suara.com, hadis riwayat At-Tirmizi dikatakan bahwa “Apabila kamu ingin berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, minumlah air putih karena ia suci,” (HR At-Tirmizi).

Kurma termasuk makanan yang dapat menguatkan tubuh setelah seharian berpuasa. Air putih pun demikian, ia suci dan bersih. Sangat baik dikonsumsi sebelum mencicipi menu buka puasa yang lain. Intinya, kita harus kembali lagi kepada niat berpuasa kita, yakni menghindarkan diri dari hal-hal buruk, mengendalikan hawa nafsu, dan ruang introspeksi diri melalui berbagai ibadah – yang saat pandemi ini dilakukan di rumah. Semoga puasa tahun ini membangun kita menjadi pribadi yang sehat, bahagia dan memanusiakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s