Rumah

on

Dari rumah. Awal semua. Cahaya yang dititipkan sang pencipta. Mereka reka arah. Ke mana dituju. Atau malah hancur. Diremukkan titik awal. Mula penderitaan. Tak temukan penerimaan.

Ambil saja ambil. Tak perlu lagi titipkan. Tanyanya pada matahari. Yang tak lelah menyinari. Walau gelap kan datang pada waktunya. Entah kapan dikunjungi bahagia.

Kepada senang. Tertawa menang. Hantui kalah. Senandung resah. Jiwa tertambat. Luka melambat. Menusuk hingga ke tulang. Ternyata parang. Bersemayam kuan dalam. Temaram itu bernama keadilan. Gelap di jalanan. Tak menemukan rumahnya. Untuk kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s