Tulis

Menulis adalah jalan sunyi di tepi keramaian. Menggugat gelisah dalam hingar bingar dunia. Menorehkan lautan kebingungan, menitipkannya pada kata. Percaya, dunia tak kan pernah abadi tanpa sebuah catatan.

Ya, sekarang goresan pena mungkin bisa kau bilang usang. Bergeser kepada tarian jemari pada papan huruf. Menatap tatap pada layar. Aksara masih bercerita. Meski berganti zaman. Tulisan tak pernah bisa diremehkan.

Pram pernah berpesan. “… menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Serangkaian kata menghujam di teras kenang. Pudar pun tidak. Semesta mengingat. Karena menulis punya daya sengat. Menghibur dunia yang kelak akan rengat.

Sementara raga kembali ke tanah. Karya tak mungkin punah. Menyusuri ruang ruang sunyi tiada lelah. Kadang berjalan bersama jengah. Membaur dalam tangis. Melebur tawa membahana. Ikuti arah imajinasi. Menuju jiwa bahagia.

Jika kau pernah frustasi. Mencari pola tulis. Sibuk menggali diksi. Setelah ketemu, kau pikir tak tepat lalu kau hapus. “Khawatir dihakimi netizen,” katamu. Tak apa.  Kita pernah berada di jalan yang sama.

Arungi saja arungi. Hanya waktu yang bisa menjawab. Segala ragu. Segala gelisah. Segala harap. Kelak semua apa yang ditorehkan mengabadikan zaman. Tak akan pernah mati. Yakin.

Bintaro, 25 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s