Manusia Manusiawi, Maafkanlah Maafkan Diri

“Manusia manusiawi

Jatuh dan bangkit lagi

Maafkanlah maafkan diri

Kau tak serendah ini”

Siang ini saya terdiam merenung. Henti sejenak dari pikiran dan laku kerjaan. Mencoba mendalami seksama lirik lagu yang begitu indah dari Kotak “Manusia Manusiawi” dari awal hingga akhir, diputar berulang-ulang – yang sungguh sangat dalam menampar hati saya. Ditambah wejangan Cak Nun menambah kian spiritualnya lagu ini. Lengkap dengan aransemen yang menyentuh hati. Membasahi jiwa. Fiuhhhh.

Cak Nun berpesan,

“Manusia mengembarai langit

Manusia menyusuri cakrawala

Tidak untuk menguasainya

Melainkan untuk menguji dirinya

Apakah dia bertahan menjadi manusia

Tidak untuk hebat kuasa atau perkasa

Melainkan untuk sebagai manusia..”

Jalan kehidupan adalah sebuah ujian sekaligus pengembaraan kita sebagai manusia. Kekuasaan dan berbagai superioritas sebagai manusia merupakan rangkaian liku menjadi manusia yang memanusiakan. Jatuh, hal yang biasa. Kemudian bisakah kita bangkit lagi. Maaf memaafkan, hatimu hatiku. Sadari, kita manusia manusiawi.

Saya baru ingat, tahun 2021 ini jarang menuliskan keluh kesah di blog. Duh! Sungguh tahun yang melelahkan, sekaligus bersyukur Allah memberikan amanah beberapa pekerjaan. Tapi ya begitu, berbagai kesibukan itu jadi kesulitan menulis kembali di blog. Maafkan.

Sampai semalam, akhirnya memulai kembali rekaman podcast Cawan Wicara bersama sahabat saya di Bandung Teh Titeu. Dengan obrolan random yang begitu mencerahkan. Bagian dari pengembaraan menemukan nilai-nilai kehidupan. Kata Teh Titeu, “Ryan, kita butuh “tempat sampah” untuk mengadu… itu gak apa-apa”. Ya, itu adalah bagian dari proses menuju manusia manusiawi. Saling dengar, saling mengingatkan, saling bercerita. Hidup begitu indah kalau hanya untuk mencaci maki. Semesta akan mengamini cita-cita kehidupan kita pada waktunya.

“Keras tak harus benci

Lupa bisa saja terjadi

Padamkan api dinginkan hati

Hatimu hatimu”

Enam belas November lalu saya beranjak dari usia tiga puluh lima menuju tiga puluh enam tahun. Setiap tahunnya, peristiwa ulang tahun mengajak kita mengingat bahwa angka umur terus beranjak naik, tapi umur kehidupan sesungguhnya berkurang. Bagi saya, menjadi sarana untuk memperbaiki diri setiap tahun. Di hari ulang tahun, saya bersua dengan konten Ngaji Filsafat dari Fahruddin Faiz, yang kala itu membahas “Kenapa Harus Memaafkan?”

Saya merasakan beberapa tahun ini sudah enggan untuk cari ribut jika ada masalah, padahal sebelumnya gas pol terus haha. Keras kepala dan ekspresif sepertinya menjadi nama tengah saya. Tapi kian ke sini saya diajak semesta untuk belajar menemukan diri sebagai manusia seutuhnya. Kalau kata Caknun, “….setia menjadi manusia….”. Setia di sini mengandung makna yang mendalam. Bukan hanya istilah dalam roman picisan, setia berarti aku cinta kamu, dan sebaliknya lalu tidak meninggalkannya. Bukan hanya itu. Namun “hadir” dan “nyata” memperbaiki sebagai manusia. Saya percaya bahwa manusia memiliki nilai luhur berupa cinta. Cinta sesama manusia. Cinta yang sering kita lupakan dan larut dalam kebisingan kehidupan.

Terima kasih semesta, telah memberikan kembali ruang-ruang perenungan, dengan pula menemukan saya dengan pemicu-pemicu yang luar biasa hebat untuk merenungi apa yang telah terjadi.

“….. Jatuh dan bangkit lagi…. semua tuk dimaklumi…. maafkanlah maafkan diri…. karena manusiawi”

Dalam lirih keheningan, saya mengajak diri saya untuk memaafkan diri sendiri, lalu membuka hati untuk memaafkan salah dan khilaf orang-orang yang pernah melukai saya.

Sejatinya, setia menjadi manusia adalah jalan ninja yang perlu dirapalkan dalam hati untuk dijalankan dalam laku. Berat, tapi yuk bisa yuk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s