Refleksi Ada Tiada : Rupa Kita

Bercermin menatap tatap. Tatap menatap cermin. Bertatap cermin menatap. Ada diri memburam. Terburam berdiri mengada. Mendiri buram berada. Pada kawanan aku mengadu. Tentang sekumpulan senyum. Buram tatap cermin. Sendiri hirup ramainya. Tiada tentu pernah ada. Untuk apa ada tapi tiada. Apa untuk tiada perlu ada. Tentu ada perlunya tiada. Harapan. Pupus. Hapus. Tatapan.

Hari ini Belum Berhenti

Tidak ada kata tamat. Belum kiamat. Teruskan berkhidmat. Kalau sudah Qomat segeralah Solat. Mungkin klise terdengar. Semoga tidak masuk hati yang nanar. Kita semua tak selamanya benar. Tapi pasti sepakat yang dipetik dari gitar itu namanya senar. Oh durja bermuram. Bergantilah jangan berakhir karam. Hari ini merupa seram. Kalau kau selalu geram. Nikmatilah hidup melapang…

Kopi Pagi Ini

Seteguk kopi arungi hari Bersaksi hidup tak selamanya pahit Tuangan pertama mengaliri nadi Dengarkanlah… ada nada di sunyinya Ini kopi pagi ini Nikmatnya mungkin tak sama dengan kemarin Tak jelas pula esok dan seterusnya Yang penting kafein buatku terjaga Entah nikmat mana yang kau dustakan Terus saja tamak kau depankan Kau tahu ilmu itu milik…

Cilaka Hampir Tamat

Apakah masih ada waktu tersisa? Mengurai detak ketuk pintu rasa Apakah ini mesiu rindu? Hati bergejolak mau meledak Hujan bersorak disambut angin Pohon entah apa namanya berdansa Alam sedang merayakan bahagia Seteguk cinta di hari yang syahdu Aduhai pujangga lelagi kau datang telat Puisimu hampir mati disambar petir Dikoyak asu, dilepehnya tak tertelan Guk Guk…

Paradoksal manis kemanusiaan di ujung penis

Bernafas di antara hujan dan panas bertautan matahari dan rembulan bersahutan kendaraan menapak tanah menepi mati apakah akan ada malaikat pencabut nyawa yang khilaf dan tidak jadi menjalankan tugasnya? ataukah manusia manusia sibuk menyiapkan diri jadi jagal bagi manusia lainnnya ya dunia kian buas membuali nyanyi kemanusiaan yang berhenti di kemaluan laki laki teriak aktivis…

Belajar Salah

Kebanyakan orang takut berbuat salah. Seolah kalau sudah berbuat salah itu adalah kiamat. Tamat. Padahal, salah itu hal lumrah. Ya, kalau enggak pernah berbuat salah kita enggak pernah belajar. Meskipun belajar itu enggak melulu harus berbuat salah dulu. Dari berbuat salah kita belajar menerima kekurangan. Kita jadi memahami pentingnya refleksi diri, evaluasi untuk menjadi diri…

Halo 2022

Halo hai hai haloooooo… Selamat datang 2022… Meski agak telat ya, nulisnya udah masuk hari keempat bulan pertama tahun 2022.. haha. Gimana kabarnya teman-teman? Semoga tahun yang baru ini kita diberikan kesehatan, ruang-ruang harapan baru dan kebahagiaan untuk kita semua. Terima kasih 2021, tahun yang penuh lika liku, banyak tikungan tajam bahkan jalan buntu. Tahun…

Manusia Manusiawi, Maafkanlah Maafkan Diri

“Manusia manusiawi Jatuh dan bangkit lagi Maafkanlah maafkan diri Kau tak serendah ini” Siang ini saya terdiam merenung. Henti sejenak dari pikiran dan laku kerjaan. Mencoba mendalami seksama lirik lagu yang begitu indah dari Kotak “Manusia Manusiawi” dari awal hingga akhir, diputar berulang-ulang – yang sungguh sangat dalam menampar hati saya. Ditambah wejangan Cak Nun…

Komedi, Jalan Damai

Makin ke sini saya belajar. Yang terpenting dari hidup adalah menertawakannya. Ya, komedi (ternyata) jadi jalan membahagia, kala banjir cobaan hidup. Tiap hari dari melek mata, sampe merem dan balik melek lagi kita selalu dimampirin sama ujian hidup. Seakan gak pernah capek tuh ujian nongkrong bae di halaman pikir kita. Emosi sah sah aja memuncah…

kawan lawan; lawan kawan

untuk hidup yang begitu buas kita hanya bertukar peran jadi bajingan terjeda oleh lamunan seolah kawan menyerbak buih buih senyata lawan di persimpangan nafas nan keras kita hanya terpaut sejengkal tatapan kemarin kemarin dahulu kita berkawan besok hingga hari hari ke depan kita berlawan kau yang dulu bukan kau yang sekarang atas nama kuasa dan…