Kala Senja Mati

Ziarah ku ke makam senja Ya, senja telah mati Diobral anak indie Terjerembab ke bumi, kaku Tak perlu kau tangisi Ia telah merasa hilang esensi Sejak menanamnya dalam lirik Adalah tentang pundi pundi Biarlah ia pergi menuju tempatnya Kembali mengisi energi Yang sempat hilang Tersengat komersialisasi

Sekap Terang

Jika mantra mantra tlah usang Mengapa kau terus kokang senjata Berpeluru ayat ayat Sucinya luntur dimakan benci Pantas ibu pertiwi berpedih hati Kita kita saling menikam Menyekap terang Pura pura tak berasa

Merdeka?

Merdeka Rasa rasanya Hanya permainan kata kata Bagus rupa Dan kita Larut memainkan Dan dipermainkan Olehnya *catatan malam proklamasi

Dihisap Kuasa

Sesap kedalaman Manusia nir manusia Endap endap merayap Memati nalar Jiwa terkurung Penjara kekosongan kosong Melahap segala Terjebak di antara Ombak menderu Tembus raga Lalui suara suara Ketika kita Setiap hari Menjadi jadi Kuasa melupa Sejati manusia ~Pantai Merak, 16 Agustus 2019

Kurban, Rajut Simpul Kemanusiaan

Di era digital, hari Idul Adha dibanjiri dengan foto-foto horor penyembelihan hewan kurban di ruang publik dan makan daging kurban yang membanjiri berbagai platform media sosial. Terutama saat nyate-nyate. Lalu, TV juga enggak bosannya menyiarkan hewan kurban yang diserahkan RI1 dan RI2. Tentu saja hewan kurban dengan kualitas nomor wahid. Sapi gemuk besar, berpunuk menjulang…

Belum Bisa Move On Dari Pilpres

“Harusnya Prabowo nih yang menang……” kata supir taksi online, saat mengantarkan saya balik dari kantor. Sebut saja Pak X. Kalimat ini membawa pada obrolan tentang Pilpres (lagi). Jujur saya bosan. Bahasan 01 dan 02 harusnya sudah selesai. Apapun hasilnya harus dihargai. Masih ada pekerjaan yang lebih berat lagi: mengawal demokrasi. Itu bagi saya. Namun nyatanya…

Cerita Minimalis #1 : Dimulai dari Meja Kerja Kantor

Berawal dari cerita Sisy soal series Netflix Tidying Up with Marie Kondo. Lanjut, nonton film dokumenter Minimalism: a Documentary about The Important Things karya Matt D’Avella. Lalu, membaca buku Goodbye, Things-nya Fumio Sasaki kian menebalkan semangat hidup minimalis. Selemah-lemahnya iman, mengurangi barang-barang yang tidak saya butuhkan. Sebagai seorang yang gemar menimbun barang (setidaknya dari banyak…

Nyeruput Kopi Bersama Bapak

Jika libur tiba, Bapak menyempatkan main ke rumah saya. Obrol obrol menjadi sesuatu yang kami tunggu. Saya akui, kami sering sekali berbeda pandang tentang banyak hal, dipersatukan satu hal: Doyan Ngopi! Meskipun pilihan kopi kita berbeda pula. Bapak lebih senang robusta, yantebal dan pahit. Sedang awak memilih arabika, yang lebih nano nano Dari kopi, obrolan…

KPU Umumkan Hasil Pilpres Dini Hari Tadi

Penunjuk jam digital smartphone saya menunjuk pukul 06.30. Sambil ritual BAB pagi, saya berselancar di laman Instagram. Seorang kawan mengunggah photostory. Kira kira isinya: KPU telah umumkan hasil pilpres dalam Rapat Pleno dini hari tadi. Ini berarti lebih cepat satu hari dari yang dijadwalkan, 22 Mei. Mengutip detiknews.com, KPU mengumumkan bahwa jumlah suara sah nasional…

Kembali tak kembali

Selamat datang pemintal rindu Dari aku, tergugu menunggumu Sejak kakimu melangkah pergi Terpaut waktu, kupikir aku tlah lupa Nyata nyata tidak Meski kuusir dalam ingatan Merangsek masuk Lalu, kubukakan pintu kembali Meski hanya ilusiku Dan mimpi mimpi tidurku Kerap temukanmu Dalam kedamaian semesta