Belajar Salah

Kebanyakan orang takut berbuat salah. Seolah kalau sudah berbuat salah itu adalah kiamat. Tamat. Padahal, salah itu hal lumrah. Ya, kalau enggak pernah berbuat salah kita enggak pernah belajar. Meskipun belajar itu enggak melulu harus berbuat salah dulu. Dari berbuat salah kita belajar menerima kekurangan. Kita jadi memahami pentingnya refleksi diri, evaluasi untuk menjadi diri…

Halo 2022

Halo hai hai haloooooo… Selamat datang 2022… Meski agak telat ya, nulisnya udah masuk hari keempat bulan pertama tahun 2022.. haha. Gimana kabarnya teman-teman? Semoga tahun yang baru ini kita diberikan kesehatan, ruang-ruang harapan baru dan kebahagiaan untuk kita semua. Terima kasih 2021, tahun yang penuh lika liku, banyak tikungan tajam bahkan jalan buntu. Tahun…

Manusia Manusiawi, Maafkanlah Maafkan Diri

“Manusia manusiawi Jatuh dan bangkit lagi Maafkanlah maafkan diri Kau tak serendah ini” Siang ini saya terdiam merenung. Henti sejenak dari pikiran dan laku kerjaan. Mencoba mendalami seksama lirik lagu yang begitu indah dari Kotak “Manusia Manusiawi” dari awal hingga akhir, diputar berulang-ulang – yang sungguh sangat dalam menampar hati saya. Ditambah wejangan Cak Nun…

Komedi, Jalan Damai

Makin ke sini saya belajar. Yang terpenting dari hidup adalah menertawakannya. Ya, komedi (ternyata) jadi jalan membahagia, kala banjir cobaan hidup. Tiap hari dari melek mata, sampe merem dan balik melek lagi kita selalu dimampirin sama ujian hidup. Seakan gak pernah capek tuh ujian nongkrong bae di halaman pikir kita. Emosi sah sah aja memuncah…

kawan lawan; lawan kawan

untuk hidup yang begitu buas kita hanya bertukar peran jadi bajingan terjeda oleh lamunan seolah kawan menyerbak buih buih senyata lawan di persimpangan nafas nan keras kita hanya terpaut sejengkal tatapan kemarin kemarin dahulu kita berkawan besok hingga hari hari ke depan kita berlawan kau yang dulu bukan kau yang sekarang atas nama kuasa dan…

LEYJATI

“dukkk…” Sepakan tendangan sudut melengkung mendekati gawang lawan. Bola melayang mendekati arah kepala bek lawan yang kokoh bak tembok berlin. Bola melengkung mengecoh penjagaan lini belakang lawan. Lengah, si gelandang muncul dari lini kedua menyundul bola ke sudut lawan. Gol! Gol! Gol! Luar biasa. Leyjati. Ia dekati sang pengumpan. Tos! Senarai Leyjati, namanya. Ley, nomor…

Sampai Kapan?

Masih ada waktu Meski kini masih tergolek membeku Dalam senandung rindu Di kotak pendingin Tentang masa lalu yang tak pernah berani diungkapkan

Pagi dan Malam yang Muram

Malam ini bercerita tentang malam malam yang tak pernah diceritakan, sebelumnya. Tentang pagi pagi menyayat mimpi ceritakan pagi yang tak lekang disayatkan, setelahnya. Kepada siapa lagi kami mengiba, jika malam dan pagi saling memuramkan. Dan di antaranya mimpi mimpi tertidur tiada henti. Dihunus asap, menembus jantung kota; letak kita berpijak. Dalam jaring hingar bingar politisasi…

Ada Apa Dengan Mimpi?

Saya termasuk orang yang percaya, mimpi tidak akan pernah terwujud kalau kita enggak berusaha mengejarnya. Diam-diam di rumah. Gogoleran di kasur seharian. Terus apa yang kita mimpikan akan datang sendiri ngetuk-ngetuk pintu rumah. Takhayul itu! Kalau mau cepat meraih mimpi, ya kerja keras. Kalau mau lebih cepat lagi, ya kerja lebih keras. Kerja bukan sembarang…

Rintik tak lagi puitik

Kala alam marah. Rintik tak lagi puitik. Menerkam tikam derap langkah serdadu air. Cepat menyerbu tanah. Kita merenung renung. Apa yang salah. Meratap tatap di antara reruntuhan dosa manusia. Rintik tak lagi puitik. Senja memburam. Cahayanya dilalap bencana. Duka datang seketika tak diundang. Rintik tak lagi puitik Rintik tak lagi puitik Rintik tak lagi puitik…