Cerita Minimalis #1 : Dimulai dari Meja Kerja Kantor

Berawal dari cerita Sisy soal series Netflix Tidying Up with Marie Kondo. Lanjut, nonton film dokumenter Minimalism: a Documentary about The Important Things karya Matt D’Avella. Lalu, membaca buku Goodbye, Things-nya Fumio Sasaki kian menebalkan semangat hidup minimalis. Selemah-lemahnya iman, mengurangi barang-barang yang tidak saya butuhkan. Sebagai seorang yang gemar menimbun barang (setidaknya dari banyak…

Nyeruput Kopi Bersama Bapak

Jika libur tiba, Bapak menyempatkan main ke rumah saya. Obrol obrol menjadi sesuatu yang kami tunggu. Saya akui, kami sering sekali berbeda pandang tentang banyak hal, dipersatukan satu hal: Doyan Ngopi! Meskipun pilihan kopi kita berbeda pula. Bapak lebih senang robusta, yantebal dan pahit. Sedang awak memilih arabika, yang lebih nano nano Dari kopi, obrolan…

KPU Umumkan Hasil Pilpres Dini Hari Tadi

Penunjuk jam digital smartphone saya menunjuk pukul 06.30. Sambil ritual BAB pagi, saya berselancar di laman Instagram. Seorang kawan mengunggah photostory. Kira kira isinya: KPU telah umumkan hasil pilpres dalam Rapat Pleno dini hari tadi. Ini berarti lebih cepat satu hari dari yang dijadwalkan, 22 Mei. Mengutip detiknews.com, KPU mengumumkan bahwa jumlah suara sah nasional…

Kembali tak kembali

Selamat datang pemintal rindu Dari aku, tergugu menunggumu Sejak kakimu melangkah pergi Terpaut waktu, kupikir aku tlah lupa Nyata nyata tidak Meski kuusir dalam ingatan Merangsek masuk Lalu, kubukakan pintu kembali Meski hanya ilusiku Dan mimpi mimpi tidurku Kerap temukanmu Dalam kedamaian semesta

Makanan Pokok Indonesia Ternyata Bukan Nasi?

“Orang Indonesia itu kalau belum makan nasi itu namanya belum makan.” Mungkin ucapan di atas sering merasuki telinga kita. Makan bakso belum lengkap tanpa nasi. Makan mie instan, kurang kenyang tanpa nasi. Bahkan, makan siomay makin sedap kalau pakai nasi. Bahkan makan di Restoran Padang kurang lengkap rasanya kalau enggak nambah nasi. Makanya, pasti terjadi…

Kontemplasi

“Sang pencipta baik sekali, mengingatkan manusia dengan berbagai cara. Diam, perhatikan, dan dengar. Mungkin ada pesan penting yang mau disampaikan.” Sepenggal racikan kata-kata Marchella FP dalam buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini (2018) bersemayam dalam kepala. Menjalar bersama kafein, dari sruputan kopi bali kintamani berapa menit lalu. Memarkir nalar sebentar. Ikuti arah jalan rasa…

Kulik Makna Kolak

Kolak selalu menjadi pemain utama dalam skuat menu buka puasa tiap tahunnya. Namun tidak banyak yang tahu makna di baliknya. Yuk kita kulik! Siapa sih yang enggak mengenal kolak? Sajian kuliner manis yang biasanya diperkuat oleh personil pisang kepok, ubi, kolang kaling, gula merah dan santan menggoda selera ini selalu dikait-kaitkan dengan bulan puasa. Benar…

Ramadhan Tiba, Sudah Siapkah Kita?

Wah enggak terasa ya puasa sudah dekat. Dua hari lagi. Sudahkah kita siap menghadapinya? Bagi saya bulan ramadhan itu bukan cuma soal menunaikan hal-hal normatif macam puasa, ngaji, solat, zakat. Itu perlu. Tapi itu seringkali kita lakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Kalau enggak ya, biar terlihat baik di mata orang-orang sekitar saja. Ada yang…

Istimewa

Tak perlulah mengistimewa Tuk jadi istimewa Karena istimewa Bukanlah mereka reka

Merdeka wkwkwk

Merdeka. Manis rambat kata. Di ujungnya bersiap kecewa. Penantian. Tak kunjung reda. Kecewa. Adalah jalan keluar. Menuju neraka yang entah dimana. Sedang kasmaran dicumbu surga. Ah Ah Ah. Matilah aku. Temaram ini temukanku pada kedua. Berada di antaranya sekian lama. Mengusung dosa dosa. Yang kulumat sendiri. Di negeri antah berantah. Merdeka adalah surga Merdeka adalah…