titik

hidup dan mati ganti berjaga pernah bersua, tidak pula, cinta dan benci terjadwal menyapa bertukar sela, iya tak perlu kau temukan apa yang tak mesti dipadu biarlah ia biar lalui tanda genggam makna

Korupsi Berjamaah Kian Lumrah?

Kapan ya kira-kira negara ini bebas korupsi? Pertanyaan sederhana itu terus kembali mencecar kendali pikir di otak saya. Api amarah menyala perlahan kemudian temui titik didih. Negara kita bukannya tidak bisa lepas dari belenggu korupsi. Berbagai upaya pemberantasan bukannya tidak dilakukan. Namun meremukkan sistem yang sudah mengakar ini adalah permasalahan yang tidak sederhana. Bung Hatta…

Tepat Waktu, Sebuah Pelajaran dari Ibu

Kalau ada penghargaan terhadap sosok yang paling tepat waktu, saya dengan seyakin-yakinnya akan menominasikan Ibu. Ya, Ibu adalah sosok panutan saya dalam menghargai sang waktu. Sejak kecil, Ibu sudah mengenalkan saya dan adik saya Ajeng untuk belajar mengelola waktu. Dan disiplin menjalankannya. Sejak kecil Ibu sudah terbiasa hidup teratur. Ibu memikul tanggung jawab untuk mengurus…

Melancong Tersandung Imigrasi

Setiap langkah perjalanan pastilah mengandung kenangan. Dari banyak perjalanan yang penuh kenangan itu salah satunya adalah waktu saya, sisy, dan beberapa kawannya melancong ke Melaka Januari lalu. Waktu itu kami memilih untuk terbang dari jakarta ke singapura. Lalu lanjut perjalanan darat ke melaka. Dari melaka, kami balik lagi ke singapura naik bus. Semacam setrikaan pula…

Semarang: Sebuah Analogi Koleksi Pakaian Kesayangan dalam Almari Lawas

Kota apa yang menyimpan banyak kenangan bagimu? Ingatanku lekat resap pada satu kota: Semarang. Ya, kota ini bak sebuah almari lawas berisi koleksi-koleksi pakaian kesayangan masa lalu yang enggan kali kukeluarkan. Apalagi sampai kubuat garage sale. Tak mungkinnya aku setega itu. Padahal kini jika kupakai, muatpun tidak. Lima belas tahun lalu, Semarang adalah tempatku menenun…

Cita Cinta (3)

3 lamun menguap dihinggap belalang di dahan tubuh hujan. terpatri meraya tumbuh rasa sumringah. senyumanku menaklukkan amarah semarang. kala teriknya menembus ruang ruang kuasa bernama tubuh dan seonggok darah yang mengalirinya. tiba juga kata pisah menemui kebisingan ketidakpastian. hati menemu titik eskalasi, merekah tepat kehadiranmu untuk yang terakhir. tawang menyimpan hawamu, kala sematkan semangkuk biru…

Cita Cinta (2)

2 ruang itu dua kali dua meter. hanya ada aku dan kamu. cukup kesulitan kita bertukar nafas. menderu tak menentu disertai tatapan hindar menghindar. kuharap kita tak berpapas mata di satu titik pandang. ketika kulihat sekilas bola matamu berputar melintas. temu ini jelas tak kita kehendaki. meski hanya berapa belas detik. lirik menelisik atap. jantung cepat…

Cita Cinta (1)

1 hai langit abu abu. aku adalah patah di antara seribu decak di udara. mengirimkan rindu beserta getarannya padamu. fatamorgana hening di riuhnya pagi dingin. tak biasanya alam merambat meniupkan tetes kesejukan fana. kau merupa saksi mata sederetan harap. kujunjung saat ku merapuh. hai jingga merona hingga renta. selamat datang di mimpiku yang tak selamanya…

Jangan Cuma Lihat Orang dari Penampilannya Doang

“Buku itu kudu dibaca. Jangan cuma dihakimi lewat cover-nya aja. Orang pun sama. Apresiasi karyanya. Lihat dia sebagai subjek dari karyanya.” Beberapa hari ini, saya lagi senang mengamat-amati video di Youtube. Dua di antaranya, Noe Row dan Londokampung. Noe Row sudah memproduksi 192 video, memiliki 328,894 subscribers. Londokampung membuat 130 video, mempunyai 788,405 subscribers. Angka…

Titik Pandang: Merenung, Memanusiakan

euforia yang membuncah, kala mata memandangi pada titik yang sama. konstruksi laki-laki dan tubuh tanpa busana. badan atletis yang diidam-idamkan. putih kulit, muda usia, tampan rupawan. dan segala bentukan-bentukan ideal. simbol simbol bergerak, berserak terdepan. dalam kotak tontonan, tubuh-tubuh tersudut, dibingkai sesuai selera pasar. sialnya kita turut merayakannya. lini masa media sosial riuh berserak. dari…