Sajak Sembilan Huruf

malam memudar aku titipkan pada angin terakhir sembilan huruf: p e n a n t i a n mungkin pun aku sudah lupa bagaimana merayakannya dan teguk rasa di dalamnya semilir hadir meletak patah yang ke berapa sekian selepas rembulan berjaga aku akan ada lagi masih di sudut tunggu yang tak beda : tentang tenggat,…

Berbaik Baik Saja

aku tak pernah percaya. tak dengan apa itu pahala tapi aku percaya, segala yang baik akan berbalas baik: entah dari mana kekuatan itu tuhan, begitu nyala kata itu dalam setiap wujud wicara hati ke hati tak tahu sampai tidak setiap rapalan pesan itu yang jelas itu senyata kukirimkan kepada pemilikku penghembus nyawa pada raga yang…

Maka Percaya dan Yakinlah dengan Kegundahanmu

percayalah, kita adalah kata kata, disimpan untuk masa depan bernafas dalam kubang cinta, meski bebatuan hujankan menyapih gundah gulana, gula gulali bertebarkan berpegangan erat pada satu tali ikatan, ragam warna yakinlah, bahwa esok tak lebih indah dari esoknya lagi karena kita tak akan sampai pada masa esok esok jika kita tak berpikir bahkan pikiranmu saja…

titik

hidup dan mati ganti berjaga pernah bersua, tidak pula, cinta dan benci terjadwal menyapa bertukar sela, iya tak perlu kau temukan apa yang tak mesti dipadu biarlah ia biar lalui tanda genggam makna

Korupsi Berjamaah Kian Lumrah?

Kapan ya kira-kira negara ini bebas korupsi? Pertanyaan sederhana itu terus kembali mencecar kendali pikir di otak saya. Api amarah menyala perlahan kemudian temui titik didih. Negara kita bukannya tidak bisa lepas dari belenggu korupsi. Berbagai upaya pemberantasan bukannya tidak dilakukan. Namun meremukkan sistem yang sudah mengakar ini adalah permasalahan yang tidak sederhana. Bung Hatta…

Tepat Waktu, Sebuah Pelajaran dari Ibu

Kalau ada penghargaan terhadap sosok yang paling tepat waktu, saya dengan seyakin-yakinnya akan menominasikan Ibu. Ya, Ibu adalah sosok panutan saya dalam menghargai sang waktu. Sejak kecil, Ibu sudah mengenalkan saya dan adik saya Ajeng untuk belajar mengelola waktu. Dan disiplin menjalankannya. Sejak kecil Ibu sudah terbiasa hidup teratur. Ibu memikul tanggung jawab untuk mengurus…

Melancong Tersandung Imigrasi

Setiap langkah perjalanan pastilah mengandung kenangan. Dari banyak perjalanan yang penuh kenangan itu salah satunya adalah waktu saya, sisy, dan beberapa kawannya melancong ke Melaka Januari lalu. Waktu itu kami memilih untuk terbang dari jakarta ke singapura. Lalu lanjut perjalanan darat ke melaka. Dari melaka, kami balik lagi ke singapura naik bus. Semacam setrikaan pula…

Semarang: Sebuah Analogi Koleksi Pakaian Kesayangan dalam Almari Lawas

Kota apa yang menyimpan banyak kenangan bagimu? Ingatanku lekat resap pada satu kota: Semarang. Ya, kota ini bak sebuah almari lawas berisi koleksi-koleksi pakaian kesayangan masa lalu yang enggan kali kukeluarkan. Apalagi sampai kubuat garage sale. Tak mungkinnya aku setega itu. Padahal kini jika kupakai, muatpun tidak. Lima belas tahun lalu, Semarang adalah tempatku menenun…

Cita Cinta (3)

3 lamun menguap dihinggap belalang di dahan tubuh hujan. terpatri meraya tumbuh rasa sumringah. senyumanku menaklukkan amarah semarang. kala teriknya menembus ruang ruang kuasa bernama tubuh dan seonggok darah yang mengalirinya. tiba juga kata pisah menemui kebisingan ketidakpastian. hati menemu titik eskalasi, merekah tepat kehadiranmu untuk yang terakhir. tawang menyimpan hawamu, kala sematkan semangkuk biru…

Cita Cinta (2)

2 ruang itu dua kali dua meter. hanya ada aku dan kamu. cukup kesulitan kita bertukar nafas. menderu tak menentu disertai tatapan hindar menghindar. kuharap kita tak berpapas mata di satu titik pandang. ketika kulihat sekilas bola matamu berputar melintas. temu ini jelas tak kita kehendaki. meski hanya berapa belas detik. lirik menelisik atap. jantung cepat…