Kulik Makna Kolak

Kolak selalu menjadi pemain utama dalam skuat menu buka puasa tiap tahunnya. Namun tidak banyak yang tahu makna di baliknya. Yuk kita kulik! Siapa sih yang enggak mengenal kolak? Sajian kuliner manis yang biasanya diperkuat oleh personil pisang kepok, ubi, kolang kaling, gula merah dan santan menggoda selera ini selalu dikait-kaitkan dengan bulan puasa. Benar…

Seni Merayakan Kritik di Tengah Kegaduhan Praktik Politik

Partai Senang Revisi. Anda sudah barang pasti tidak akan menemukannya di deretan daftar Partai Peserta Pemilu 2019. Sebagai sebuah karya seni, Partai ini akan menjelajah nalar kita. Mempertanyakan berbagai kegaduhan politik negeri ini jelang April. Memperolok-olok kenaifan berpikir politisi dan kaum elit negeri. Sekaligus tes ombak, sudah sejauh mana bangsa ini mampu menerima kritik dari…

TVRI dan Asian Games, Direkatkan oleh Sejarah

TVRI dan Asian Games, dua-duanya tak bisa lepas dari catatan sejarah Negeri ini. Pada 24 Agustus 1962 lalu TVRI pertama kali mengudara, siarkan Pembukaan Asian Games IV yang pertama kalinya dihelat di Indonesia. Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games untuk kedua kalinya setelah 56 tahun lalu, tepat pada ulang tahun TVRI ke 56….

Membaca Misbach: Pergerakan Sang Haji Merah

Mohammad Misbach adalah sosok Haji Revolusioner penentang kolonialisme-kapitalisme. Ia berada dalam garda depan faksi merah Sarekat Islam (SI). Baginya Islam bisa berjalan seiringan dengan komunisme. Karena itulah ia dikenal dengan sebutan Haji Merah. Upaya dan pemikiran sosok yang meneladani Nabi Muhammad dan mengagumi Karl Marx ini sangat progresif dalam mengalirkan Islam, komunisme, dan nasionalisme menjadi…

Di Jogja, Meresapi Perjuangan Perempuan Lewat Museum dan Perpustakaan

Siang itu sepertinya mentari sedang semangat-semangatnya menyinari Jogja. Panasnya menyengat menembus kulit. Namun begitu niat saya untuk mengunjungi Museum Pergerakan Perempuan Indonesia sama sekali tidak surut. Saya langsung memesan gojek meluncur menuju sana. Hanya Rp 7000 saja dari sekitar Malioboro ke museum. Museum ini secara resmi bernama Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia. Saya lebih akrab…

Susi Susanti dan Diskriminasi Rasial

Siapa tak kenal Susi Susanti. Sang pahlawan olahraga Indonesia yang mengharumkan nama bangsa melalui bulu tangkis. Ia meraih medali emas pertama kalinya untuk Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992. Perempuan kelahiran Tasikmalaya bernama asli Wang Lian-xiang ini menangis saat menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi pengibaran bendera merah putih. Sontak tangisan bersejarah tersebut menjalar sampai tanah air….

Merentang Sejarah Indonesia Lewat Lokomotif

Lokomotif General Electric (GE) tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah Indonesia. Kuda besi ini bukan hanya sebagai sarana transportasi biasa. Tahun 1955, rombongan KAA I turut merasakan jasa dari lokomotif diesel pertama GE, CC 200. Matahari cukup hangat menyapa kota Cirebon siang itu. Deru mesin diesel lokomotif mulai terdengar khas dari kejauhan. Di seberang rel,…

Kekerasan Seksual di Sekitar Gelaran Piala Dunia 2018, Lawan!

Bagi para penggemar sepak bola termasuk saya, Piala Dunia menjadi momen besar yang haram hukumnya jika dilewatkan begitu saja. Setiap gelarannya, Piala Dunia selalu melahirkan cerita-cerita menarik seputar sepak terjang negara-negara pesertanya di lapangan hijau. Banyak tim-tim kuda hitam yang menyulitkan tim-tim unggulan. Sebaliknya, Tim-Tim unggulan malah bermain jeblok. Di luar lapangan hijau, banyak pula…

Melestarikan Engklek di Tengah Terpaan Gadget

Engklek, sunda manda, teklek, ingkling, jlong jling, lempeng, dampu bulan permainan tradisional dengan banyak nama yang kian tergerus jaman. Setiap upaya menghadirkan kembali permainan ini ke ruang publik perlu diapresiasi. Sudah lama sekali saya tidak melihat permainan tradisional engklek dimainkan oleh anak-anak di ruang publik. Modernisasi juga mengubah cara bermain anak. Semua hampir tergantikan dengan…

Sekolah Liar, Bentuk Perlawanan Ki Hadjar

Pendidikan seyogyanya tidak berhenti dibicarakan ketika tanggal 2 Mei berlalu. Ia harus terus didengung-dengungkan sebagai senjata melawan penindasan. Jika menilik sejarah, Ki Hadjar Dewantara telah melakukannya dengan mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli, 96 tahun silam. Taman Siswa merupakan upaya Ki Hadjar untuk mengkritisi akses pendidikan di Hindia Belanda yang diskriminatif; hanya anak-anak…