Sisy, Human Standee dan Nikahan Dokter Dama – Mas Oki

Selamat menikah Dokter Dama dan Mas Oki, Sabtu 9 November di Gedung PTIK Jakarta Selatan. Semoga bahagia iringi setiap lika liku jalan pernikahan ke depannya. Ya, saya dan kawan-kawan Kembang Girang didapuk menjadi panitia nikahannya. Meskipun pada hari H, Sisy ada di Maastricht, Belanda untuk short course, dia tetap “hadir” bersama saya di nikahan sahabatnya…

Pertandingan Cinta Kasih

“Bun, bagi Bunda apa sih yang paling penting di Dunia?” “Hmm.. Apa ya? Cinta Kasih.” “Wow.” “Kenapa Din?” “Enggak apa-apa. Aku pikir Bunda akan jawab kayak orang lain: harta, keluarga, rumah. Ternyata jawaban Bunda di luar dugaanku.” Percakapan ini terjadi antara Mbak Tina, kakak sepupu saya yang tinggal di Malang, dengan anaknya Dinda (11). Setelah…

Sejatinya Kurban, Rajut Simpul Kemanusiaan

Di era digital, hari Idul Adha dibanjiri dengan foto-foto horor penyembelihan hewan kurban di ruang publik dan makan daging kurban yang membanjiri berbagai platform media sosial. Terutama saat nyate-nyate. Lalu, TV juga enggak bosannya menyiarkan hewan kurban yang diserahkan RI1 dan RI2. Tentu saja hewan kurban dengan kualitas nomor wahid. Sapi gemuk besar, berpunuk menjulang…

Cerita Minimalis #1 : Dimulai dari Meja Kerja Kantor

Berawal dari cerita Sisy soal series Netflix Tidying Up with Marie Kondo. Lanjut, nonton film dokumenter Minimalism: a Documentary about The Important Things karya Matt D’Avella. Lalu, membaca buku Goodbye, Things-nya Fumio Sasaki kian menebalkan semangat hidup minimalis. Selemah-lemahnya iman, mengurangi barang-barang yang tidak saya butuhkan. Sebagai seorang yang gemar menimbun barang (setidaknya dari banyak…

Nyeruput Kopi Bersama Bapak

Jika libur tiba, Bapak menyempatkan main ke rumah saya. Obrol obrol menjadi sesuatu yang kami tunggu. Saya akui, kami sering sekali berbeda pandang tentang banyak hal, dipersatukan satu hal: Doyan Ngopi! Meskipun pilihan kopi kita berbeda pula. Bapak lebih senang robusta, yantebal dan pahit. Sedang awak memilih arabika, yang lebih nano nano Dari kopi, obrolan…

Kontemplasi

“Sang pencipta baik sekali, mengingatkan manusia dengan berbagai cara. Diam, perhatikan, dan dengar. Mungkin ada pesan penting yang mau disampaikan.” Sepenggal racikan kata-kata Marchella FP dalam buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini (2018) bersemayam dalam kepala. Menjalar bersama kafein, dari sruputan kopi bali kintamani berapa menit lalu. Memarkir nalar sebentar. Ikuti arah jalan rasa…

Ngobrol Kopi Indonesia bareng Poulo Coffee

Bolak balik ke AEON Mall Jakarta Garden City baru Desember tahun lalu melipir ke Poulo Coffee. Tepat di hari Natal. Beruntung banget saya dan Sisy bisa #bersilatukopi langsung dengan Bang Poul, pemilik Poulo Coffee. Kami menyebutnya Sang Seniman Kopi. Saya langsung mencoba V60 Gayo Crystal, yang langsung diseduh Bang Poul tepat di depan muka. “Saya…

Seni Merayakan Kritik di Tengah Kegaduhan Praktik Politik

Partai Senang Revisi. Anda sudah barang pasti tidak akan menemukannya di deretan daftar Partai Peserta Pemilu 2019. Sebagai sebuah karya seni, Partai ini akan menjelajah nalar kita. Mempertanyakan berbagai kegaduhan politik negeri ini jelang April. Memperolok-olok kenaifan berpikir politisi dan kaum elit negeri. Sekaligus tes ombak, sudah sejauh mana bangsa ini mampu menerima kritik dari…

Ngobrolin Menstruasi dan Mimpi Basah, Tabukah?

Menstruasi dan mimpi basah merupakan pintu gerbang pubertas yang dialami oleh kita menuju masa remaja. Untuk itu, pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi mutlak harus dipahami. Selemah-lemahnya iman, agar kita tahu harus berbuat apa ketika mengalaminya. Setiap orang melalui fase awal pubertas dengan pergolakan rasa yang berbeda. Ada yang merasa bangga, malu, takut, canggung, sampai…

Kekerasan, Tak Kan Pernah Bisa Selesaikan Apapun

“Kekerasan, kekuasaan, otoriter… Itu semua bukan jalan keluar dari orang tua untuk anak. Anak butuh diajak ngobrol.” Kalimat itu muncul langsung dari Bapak, ketika kami sedang berdiskusi tentang pola asuh orang tua-anak. Kami pun nostalgia tentang masa ketika Bapak dan Ibu menggunakan otoritasnya sebagai orang tua ke anak-anaknya dengan jalan represif, menjurus kekerasan. Dahulu waktu …