Kontemplasi

“Sang pencipta baik sekali, mengingatkan manusia dengan berbagai cara. Diam, perhatikan, dan dengar. Mungkin ada pesan penting yang mau disampaikan.” Sepenggal racikan kata-kata Marchella FP dalam buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini (2018) bersemayam dalam kepala. Menjalar bersama kafein, dari sruputan kopi bali kintamani berapa menit lalu. Memarkir nalar sebentar. Ikuti arah jalan rasa…

Ngobrol Kopi Indonesia bareng Poulo Coffee

Bolak balik ke AEON Mall Jakarta Garden City baru Desember tahun lalu melipir ke Poulo Coffee. Tepat di hari Natal. Beruntung banget saya dan Sisy bisa #bersilatukopi langsung dengan Bang Poul, pemilik Poulo Coffee. Kami menyebutnya Sang Seniman Kopi. Saya langsung mencoba V60 Gayo Crystal, yang langsung diseduh Bang Poul tepat di depan muka. “Saya…

Seni Merayakan Kritik di Tengah Kegaduhan Praktik Politik

Partai Senang Revisi. Anda sudah barang pasti tidak akan menemukannya di deretan daftar Partai Peserta Pemilu 2019. Sebagai sebuah karya seni, Partai ini akan menjelajah nalar kita. Mempertanyakan berbagai kegaduhan politik negeri ini jelang April. Memperolok-olok kenaifan berpikir politisi dan kaum elit negeri. Sekaligus tes ombak, sudah sejauh mana bangsa ini mampu menerima kritik dari…

Ngobrolin Menstruasi dan Mimpi Basah, Tabukah?

Menstruasi dan mimpi basah merupakan pintu gerbang pubertas yang dialami oleh kita menuju masa remaja. Untuk itu, pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi mutlak harus dipahami. Selemah-lemahnya iman, agar kita tahu harus berbuat apa ketika mengalaminya. Setiap orang melalui fase awal pubertas dengan pergolakan rasa yang berbeda. Ada yang merasa bangga, malu, takut, canggung, sampai…

Kekerasan, Tak Kan Pernah Bisa Selesaikan Apapun

“Kekerasan, kekuasaan, otoriter… Itu semua bukan jalan keluar dari orang tua untuk anak. Anak butuh diajak ngobrol.” Kalimat itu muncul langsung dari Bapak, ketika kami sedang berdiskusi tentang pola asuh orang tua-anak. Kami pun nostalgia tentang masa ketika Bapak dan Ibu menggunakan otoritasnya sebagai orang tua ke anak-anaknya dengan jalan represif, menjurus kekerasan. Dahulu waktu …

Nyemil Sore Pempek Bangka Jalan Blora Jakarta

“Sudah lama enggak kelihatan Pak?” “Iya, si bos pulang kampung. Kalo bos pulang ke Bangka, saya libur.” Begitulah obrolan pembuka saya dengan Pak Yanto, pedagang Pempek Bangka langganan, di tepi Jalan Blora, Jakarta Pusat. Sederetan Koperasi Kosgoro. Jalan Blora adalah titik temu saya dengan Sisy, sore hari sepulang kantor. Letaknya di tengah-tengah kantor kami. Awalnya,…

Tepat Waktu, Sebuah Pelajaran dari Ibu

Kalau ada penghargaan terhadap sosok yang paling tepat waktu, saya dengan seyakin-yakinnya akan menominasikan Ibu. Ya, Ibu adalah sosok panutan saya dalam menghargai sang waktu. Sejak kecil, Ibu sudah mengenalkan saya dan adik saya Ajeng untuk belajar mengelola waktu. Dan disiplin menjalankannya. Sejak kecil Ibu sudah terbiasa hidup teratur. Ibu memikul tanggung jawab untuk mengurus…

Melancong Tersandung Imigrasi

Setiap langkah perjalanan pastilah mengandung kenangan. Dari banyak perjalanan yang penuh kenangan itu salah satunya adalah waktu saya, sisy, dan beberapa kawannya melancong ke Melaka Januari lalu. Waktu itu kami memilih untuk terbang dari jakarta ke singapura. Lalu lanjut perjalanan darat ke melaka. Dari melaka, kami balik lagi ke singapura naik bus. Semacam setrikaan pula…

Semarang: Sebuah Analogi Koleksi Pakaian Kesayangan dalam Almari Lawas

Kota apa yang menyimpan banyak kenangan bagimu? Ingatanku lekat resap pada satu kota: Semarang. Ya, kota ini bak sebuah almari lawas berisi koleksi-koleksi pakaian kesayangan masa lalu yang enggan kali kukeluarkan. Apalagi sampai kubuat garage sale. Tak mungkinnya aku setega itu. Padahal kini jika kupakai, muatpun tidak. Lima belas tahun lalu, Semarang adalah tempatku menenun…

Jangan Cuma Lihat Orang dari Penampilannya Doang

“Buku itu kudu dibaca. Jangan cuma dihakimi lewat cover-nya aja. Orang pun sama. Apresiasi karyanya. Lihat dia sebagai subjek dari karyanya.” Beberapa hari ini, saya lagi senang mengamat-amati video di Youtube. Dua di antaranya, Noe Row dan Londokampung. Noe Row sudah memproduksi 192 video, memiliki 328,894 subscribers. Londokampung membuat 130 video, mempunyai 788,405 subscribers. Angka…