Menjaga Semangat Kartini

Sehari sebelum 21 April linimasa instagram saya sudah diwarnai dengan unggahan foto-foto warganet berpakaian daerah. Aneka rangkaian kata indah dan penyemangat yang diambil dari surat-surat Kartini untuk sahabat penanya pun turut disadur sebagai status facebook. Berbagai acara dihelat di mana-mana. Ini semua dilakukan untuk memperingati Hari Kartini. Euforia peringatan ini sah-sah saja dirayakan. Namun, seyogyanya…

Manis-Manis Semu Ala Es Krim Aice

Es Krim Aice, di balik manisnya mengandung derita para buruh yang diperlakukan tidak adil. Saat yang tepat untuk mengatakan, “selamat tinggal Aice!” Begitu mendengar atau membaca “Es Krim Aice”, saya langsung terbayang es krim kekinian, murah, menyegarkan, dengan banyak varian rasa; semangka, melon, mangga, pisang, cokelat. Bahkan rasa yang agak unik seperti talas dan jagung…

Ketika Korupsi Menjadi (Semakin) Lumrah

“Korupsi korupsi… kata ini lagi. Selalu menghantui negeri yang frustasi. … Prinsip imparsial tak berlaku lagi. Siapa punya modal takkan masuk bui.” ~Navicula – Mafia Hukum Sejak awal pamflet digital “Koruptor Pamit Pensiun” menggentayangi sosial media, saya sudah terperanjat ingin nonton. Sebagai Jemaah Ibadah Kebudayaan Indonesia Kita, saya merasa berdosa besar untuk melewatkan pementasan penutup…

Berhentilah Menyudutkan Korban Perkosaan, Jenderal!

Pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian pada BBC Indonesia, Kamis (19/10) terkait penanganan kasus perkosaan sangat mengiris nurani. Polisi seharusnya menunjukkan keberpihakan pada korban, bukan malah menyudutkan! Pada wawancara dengan BBC Indonesia mengenai penangkapan kelompok LGBT, diskursus pembentukan Densus Tindak Pidana Korupsi dan kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan, Pak Jenderal juga…