Kala Senja Mati

Ziarah ku ke makam senja Ya, senja telah mati Diobral anak indie Terjerembab ke bumi, kaku Tak perlu kau tangisi Ia telah merasa hilang esensi Sejak menanamnya dalam lirik Adalah tentang pundi pundi Biarlah ia pergi menuju tempatnya Kembali mengisi energi Yang sempat hilang Tersengat komersialisasi

Sekap Terang

Jika mantra mantra tlah usang Mengapa kau terus kokang senjata Berpeluru ayat ayat Sucinya luntur dimakan benci Pantas ibu pertiwi berpedih hati Kita kita saling menikam Menyekap terang Pura pura tak berasa

Merdeka?

Merdeka Rasa rasanya Hanya permainan kata kata Bagus rupa Dan kita Larut memainkan Dan dipermainkan Olehnya *catatan malam proklamasi

Dihisap Kuasa

Sesap kedalaman Manusia nir manusia Endap endap merayap Memati nalar Jiwa terkurung Penjara kekosongan kosong Melahap segala Terjebak di antara Ombak menderu Tembus raga Lalui suara suara Ketika kita Setiap hari Menjadi jadi Kuasa melupa Sejati manusia ~Pantai Merak, 16 Agustus 2019

Kurban, Rajut Simpul Kemanusiaan

Di era digital, hari Idul Adha dibanjiri dengan foto-foto horor penyembelihan hewan kurban di ruang publik dan makan daging kurban yang membanjiri berbagai platform media sosial. Terutama saat nyate-nyate. Lalu, TV juga enggak bosannya menyiarkan hewan kurban yang diserahkan RI1 dan RI2. Tentu saja hewan kurban dengan kualitas nomor wahid. Sapi gemuk besar, berpunuk menjulang…

KPU Umumkan Hasil Pilpres Dini Hari Tadi

Penunjuk jam digital smartphone saya menunjuk pukul 06.30. Sambil ritual BAB pagi, saya berselancar di laman Instagram. Seorang kawan mengunggah photostory. Kira kira isinya: KPU telah umumkan hasil pilpres dalam Rapat Pleno dini hari tadi. Ini berarti lebih cepat satu hari dari yang dijadwalkan, 22 Mei. Mengutip detiknews.com, KPU mengumumkan bahwa jumlah suara sah nasional…

Kembali tak kembali

Selamat datang pemintal rindu Dari aku, tergugu menunggumu Sejak kakimu melangkah pergi Terpaut waktu, kupikir aku tlah lupa Nyata nyata tidak Meski kuusir dalam ingatan Merangsek masuk Lalu, kubukakan pintu kembali Meski hanya ilusiku Dan mimpi mimpi tidurku Kerap temukanmu Dalam kedamaian semesta

Makanan Pokok Indonesia Ternyata Bukan Nasi?

“Orang Indonesia itu kalau belum makan nasi itu namanya belum makan.” Mungkin ucapan di atas sering merasuki telinga kita. Makan bakso belum lengkap tanpa nasi. Makan mie instan, kurang kenyang tanpa nasi. Bahkan, makan siomay makin sedap kalau pakai nasi. Bahkan makan di Restoran Padang kurang lengkap rasanya kalau enggak nambah nasi. Makanya, pasti terjadi…

Istimewa

Tak perlulah mengistimewa Tuk jadi istimewa Karena istimewa Bukanlah mereka reka

Merdeka wkwkwk

Merdeka. Manis rambat kata. Di ujungnya bersiap kecewa. Penantian. Tak kunjung reda. Kecewa. Adalah jalan keluar. Menuju neraka yang entah dimana. Sedang kasmaran dicumbu surga. Ah Ah Ah. Matilah aku. Temaram ini temukanku pada kedua. Berada di antaranya sekian lama. Mengusung dosa dosa. Yang kulumat sendiri. Di negeri antah berantah. Merdeka adalah surga Merdeka adalah…