Rumah

Dari rumah. Awal semua. Cahaya yang dititipkan sang pencipta. Mereka reka arah. Ke mana dituju. Atau malah hancur. Diremukkan titik awal. Mula penderitaan. Tak temukan penerimaan. Ambil saja ambil. Tak perlu lagi titipkan. Tanyanya pada matahari. Yang tak lelah menyinari. Walau gelap kan datang pada waktunya. Entah kapan dikunjungi bahagia. Kepada senang. Tertawa menang. Hantui…

Tanya Hari Ini Tentang Hari Hari Kemarin yang Tak Kunjung Tuntas

Kemarin aku cerita pada malam. Bahwa canda saat ini tidak sedang ingin bercanda. Meski tawa sepertinya tertawa tidak? Komedi seperti komedi putar. Memutar balik fakta ujarnya tidak disengaja. Lalu air keras mana yang tidak membeku. Jelang pagi semilir angin mengeras. Seumpama keadilan yang tampaknya jauh dari kata adil. Bukan soal kiri kanan; relijius tak relijius….

Berhenti Sejenak

Halo kawanku! Apa kabar kalian hari ini? Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran untuk menjalani hari-hari. Amin. Pernahkah kalian merasa bahwa waktu berjalan begitu cepatnya? Sehari-hari kita dihantui berbagai macam pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktunya. Kita fokus pada panjatan demi panjatan menuju puncak karier. Kita sibuk mencitrakan diri sesuai dengan yang orang lain…

Halo 2020!

Tahun dua ribu dua puluh sudah menapaki bulan kedua. Ini adalah tulisan pertama saya di blog pada tahun yang baru ini. Saya baru mulai ngeblog lagi. Huft fiuh. Banyak hal yang terjadi pada pergantian tahun 2019 ke 2020 pada kehidupan saya. Akhir Desember di penghujung tahun saya dan istri memutuskan untuk membuka Kedai Kopi di…

pada suatu masa

Pernah kumerindukan. Apa apa yang tak kau rindukan, pernah? Angin berbelok arah. Tanda haruskah menyerah, jangan? Suatu waktu kau akan kehilangan waktumu. Menyerap serap seluruh kerakusanmu. Pada satu masa. Entah dimana, massa bergerak. Runtuhkan keangkuhan. Entah kapan. Pada suatu massa. Tak tahu kapan. entah.

Kala Senja Mati

Ziarah ku ke makam senja Ya, senja telah mati Diobral anak indie Terjerembab ke bumi, kaku Tak perlu kau tangisi Ia telah merasa hilang esensi Sejak menanamnya dalam lirik Adalah tentang pundi pundi Biarlah ia pergi menuju tempatnya Kembali mengisi energi Yang sempat hilang Tersengat komersialisasi

Sekap Terang

Jika mantra mantra tlah usang Mengapa kau terus kokang senjata Berpeluru ayat ayat Sucinya luntur dimakan benci Pantas ibu pertiwi berpedih hati Kita kita saling menikam Menyekap terang Pura pura tak berasa

Merdeka?

Merdeka Rasa rasanya Hanya permainan kata kata Bagus rupa Dan kita Larut memainkan Dan dipermainkan Olehnya *catatan malam proklamasi

Dihisap Kuasa

Sesap kedalaman Manusia nir manusia Endap endap merayap Memati nalar Jiwa terkurung Penjara kekosongan kosong Melahap segala Terjebak di antara Ombak menderu Tembus raga Lalui suara suara Ketika kita Setiap hari Menjadi jadi Kuasa melupa Sejati manusia ~Pantai Merak, 16 Agustus 2019

KPU Umumkan Hasil Pilpres Dini Hari Tadi

Penunjuk jam digital smartphone saya menunjuk pukul 06.30. Sambil ritual BAB pagi, saya berselancar di laman Instagram. Seorang kawan mengunggah photostory. Kira kira isinya: KPU telah umumkan hasil pilpres dalam Rapat Pleno dini hari tadi. Ini berarti lebih cepat satu hari dari yang dijadwalkan, 22 Mei. Mengutip detiknews.com, KPU mengumumkan bahwa jumlah suara sah nasional…