Lagi lagi

Di luar hujan Begitu pula di dalam Jiwa jiwa berkobar rasa Membanjiri begitu rupa Solusi solusi menguap Mesra kau pilih bersuap Lebih baik kulalap tahu isi Tanpa perlu basa basi Ketika suara kau reduksi Hanya serupa ambisi duduki kursi Setelah itu entahlah Konstituen biarkan saja mati membiru Lima tahun lagi Lalu apa lagi Lagi lagi…

Tak Perlu Melarang

Suara suara Tak usahlah berhenti Tabrak laju tembok pembelenggu Rasuki hingga luruh Melodi melodi Mendendanglah bawa pergi takut Yang bergejolak di dada Genggam dan bersenandung bersama Hei hei.. Tak perlu kau atur mengatur suara dan melodi Sayup sayup lirih terbang larut di udara Kelak beri nafasmu tersengal selamanya…. Atur Larang Hanya itu yang kau bisa?

Keluarga Cemara, Merenungi Makna Keluarga

“Tidak ada hari libur untuk membahas keluarga.” Begitu kata Anggia Kharisma, salah satu Produser Keluarga Cemara, ketika sesi diskusi Film Keluarga Cemara pasca nonton bareng dengan Keluarga Besar PKBI di Blok M Square Jakarta, awal Januari lalu. Quotes yang terus mengaliri benaknya itu merupakan kalimat sakti dari Mas Arswendo Atmowiloto, sang pencipta karya legendaris Cerita…

Maka Tertawalah

Muslim dan Coki adalah dua komika yang memilih jalan terjal di panggung tawa: dark comedy. Genre ini menggelisahkan nilai nilai yang dianggap kebanyakan orang “benar”, bahkan paling “benar”. Termasuk agama. Enggak ada yang salah dengan ini. Bahkan dengan genre ini malah komedi digunakan sebagai pisau untuk menguliti “kebenaran” dengan tafsir tunggal tersebut, yang seringkali ditafsirkan…

Kontemplasi

Pada kedua mata ini Simpan rindu senyatanya Diberinya anugerah air jiwa Netes, membasahi lorong keakuan Kerap hadir, angkuh senyatanya Menghitamkan langit-langit kalbu Berlomba yang terdepan Jika perlu menjadi Tuhan Terlelap di tengah keramaian Bermain gula gula kebenaran Meracik dusta, mencerca sesama Kita lupa, ada untuk siapa Sejenak masuki ruang kontemplasi Merunduk mencari kepingan diri Berserak…

titik balik

terasing dan terpasung kita hirup berjejal tragedi untuk berdiri dan bangkit kembali hidup tak sekadar berserak belenggu: hanya untuk dilawan

Berbaik Baik Saja

aku tak pernah percaya. tak dengan apa itu pahala tapi aku percaya, segala yang baik akan berbalas baik: entah dari mana kekuatan itu tuhan, begitu nyala kata itu dalam setiap wujud wicara hati ke hati tak tahu sampai tidak setiap rapalan pesan itu yang jelas itu senyata kukirimkan kepada pemilikku penghembus nyawa pada raga yang…

Maka Percaya dan Yakinlah dengan Kegundahanmu

percayalah, kita adalah kata kata, disimpan untuk masa depan bernafas dalam kubang cinta, meski bebatuan hujankan menyapih gundah gulana, gula gulali bertebarkan berpegangan erat pada satu tali ikatan, ragam warna yakinlah, bahwa esok tak lebih indah dari esoknya lagi karena kita tak akan sampai pada masa esok esok jika kita tak berpikir bahkan pikiranmu saja…

titik

hidup dan mati ganti berjaga pernah bersua, tidak pula, cinta dan benci terjadwal menyapa bertukar sela, iya tak perlu kau temukan apa yang tak mesti dipadu biarlah ia biar lalui tanda genggam makna

Cita Cinta (1)

1 hai langit abu abu. aku adalah patah di antara seribu decak di udara. mengirimkan rindu beserta getarannya padamu. fatamorgana hening di riuhnya pagi dingin. tak biasanya alam merambat meniupkan tetes kesejukan fana. kau merupa saksi mata sederetan harap. kujunjung saat ku merapuh. hai jingga merona hingga renta. selamat datang di mimpiku yang tak selamanya…