Kuning; Heptologi Puisi Bianglala (3)

Hey siangmu yang menyala Kutahu kau pasti terjaga Kuning menguning menyinari Serpihan hati   Meski serangkaian patah tak jua sirna Kau tatap, lara membara Suara berlebur getih Menyambut perih   Seketika kau rebut kesunyian Dalam perasaan syahdu berceloteh dengan Sang Pemberi Hidup Rampas kau rampas Semangkuk sakral ibadahku, yang mungkin kau tak kehendaki   Sadari,…

Jingga; Heptologi Puisi Bianglala (2)

Saat selasar langit merona jingga Pertanda hari sudah masuki waktu rentanya Datanglah senja mengayuh peradaban Titip harapan pada esok yang penuh misteri   Seperti yang tampak di hadapan tuan tuan berkalung kuasa Tanah pertiwi yang kita tinggali tak kunjung membaik Penghuninya senang bermain simbol simbol Tuhan bentukannya sendiri Kebenaran milik para pemegang kunci paling  …

#SatuHariSatuTulisan

Sudah 5 hari ini saya memacu diri untuk menulis setiap hari. Tentang apa saja. Berbentuk apa saja. Ini saya lakukan untuk memompa semangat menulis saya yang seringkali kembang kempis. Nah, saya pun berpikir sepertinya asyik juga ya kalau bikin gerakan untuk diri sendiri. Aha! Maka lahirlah #SatuHariSatuTulisan. Berbekal konsistensi selama 5 hari ini, saya akan…