Bantah

Suatu masa Senandungkan gundah Bunga-bunga mengabu menghitam Gelisah digentayangi harapan   Pernah terlintas menerjang keindahan Yang tampak semu hiasi bayangan Ketika raga tak lagi mampu bertahan Dari keadaan begitu lama dalam bungkam   Hari hari kini adalah perjalanan satu rasa Hembus hangat kedalaman surya Cahaya yang kadang tinggikan Hingga terjerembab dimakan tanah   Bantah, bantah…

Menjelajahi Kuliner Go-Food Festival GBK

Suka kulineran? Pasti pernah pesan Go-Food dong? Nah, gimana kalau tenant-tenant yang biasa kamu pesan via Go-Food itu tumplek blek dalam satu area? Apalagi di sekitarnya banyak fasilitas dan spot-spot foto yang kece berat. W O W kan! Semuanya itu ada di suatu tempat namanya Go-Food Festival; festival kuliner yang diinisiasi oleh Go-Jek dalam suatu…

Mengalahkan Setan Penghambat Menulis

Melalui tulisan ini saya ingin membuat pengakuan dosa. Mungkin lebih tepatnya mengakui kelalaian diri sendiri: kalau saya gagal konsisten dalam menulis di blog. Hampir sebulan lebih ini jemari ini tidak membuahkan tulisan untuk blog. Padahal janji sudah terlanjur dilontarkan pada diri sendiri melalui #SatuHariSatuTulisan pada 23 April lalu. Sebenarnya banyak sekali ide yang menyeruak untuk…

Hari Tari Sedunia 2018: Yuk Mengenal Tari!

Linimasa akun facebook saya hari ini dihinggapi status respon atas persekusi yang dilakukan oleh sekelompok pemuda apalah apalah yang meneriakkan ganti apalah apalah di hari bebas kendaraan berasap di Jakarta. Saya pun geram, lalu bergegas meresponnya dengan sajak persekusialan! Eits, kekesalan kita terhadap tindak persekusi itu hal yang sangat wajar. Sudah seharusnya tindak seperti itu…

Ungu; Heptologi Puisi Bianglala (7)

Segera sudahi nafas memburumu Jika yang ada di nadimu adalah kepentingan Naga-naganya membius harum mesra cinta cinta manusia Nyata nyatanya sibuk keliling kota memutar balik fakta   Kau isi penuh kepala dengan wewangian kentut tentang masa masa di depan sana Masa masa yang kita saja enggan menduga duga Kau selalu bilang di masa itu kita…

Nila; Heptologi Puisi Bianglala (6)

Derap menderap langkah cahaya Menusuk tusuk jantung jiwa Dalam keheningan sepi, merasa, meraba Mengalun simpul-simpul solidaritas   Menelisik telisik kedalaman gelombang Menebal tebal intoleransi Dalam keramaian kerumun, menyerang, menghakimi Mengepul rantai saling curiga   Belajar gejala dari jelaga tikam menikam Menawan tawan bhinneka tunggal ika Kian jenaka hapus budaya dari peradaban Manifestasi gerakan pemurnian keyakinan-keyakinan…

#SatuHariSatuTulisan

Sudah 5 hari ini saya memacu diri untuk menulis setiap hari. Tentang apa saja. Berbentuk apa saja. Ini saya lakukan untuk memompa semangat menulis saya yang seringkali kembang kempis. Nah, saya pun berpikir sepertinya asyik juga ya kalau bikin gerakan untuk diri sendiri. Aha! Maka lahirlah #SatuHariSatuTulisan. Berbekal konsistensi selama 5 hari ini, saya akan…

Berbagi Cerita, Berbagi Berkat

Pagi ini saya bertekad pada hati kecil untuk menelurkan tulisan di blog setiap harinya. Tentang apa saja. Minimal satu tulisan per hari. Tekad ini bukan kali pertama, memang. Hambatan untuk menulis pasti banyak. Tapi saya mencoba untuk terus memacu, agar hambatan-hambatan itu tidak menjadi alasan untuk tidak menulis. Karena apapun bentuknya, di dunia yang digital…

Pertarungan Hati

Butuh nyali menerobos kedalaman sepi Menyesap rongga rongga jiwa Saat mata hati menagih janji-janji Sedang indra penyuara kalah kuasa Kita adalah sekepingan muram Muda mudi yang berada di persimpangan Antara kenangan atau melangkah ke depan Melawan atau membungkam Diam bukanlah pilihan amunisi Ketika suara-suara dikedapkan Dimutilasi dicerai-berai Diawetkan sebagai bahan kudapan Politik dan kapital memang…